Program BRI Peduli Yok Kita Gas terus menunjukkan dampak positif terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satu penerima manfaat, pengurus Bank Sampah Azalea Bogor Endah Diana, menyebutkan bahwa pelatihan dari BRI membawa banyak manfaat bagi masyarakat sekitar.
"Selama ini, kami menjual minyak jelantah tersebut ke bank sampah induk. Namun, setelah mengikuti pelatihan ini, kami dapat mengolah minyak jelantah sendiri menjadi produk yang bisa kami gunakan kembali. Hasil olahan tersebut juga nantinya bisa memberikan keuntungan yang cukup besar apabila kami jual," ungkap Endah.
Endah menambahkan, pelatihan ini turut mendorong kesadaran warga akan pentingnya menjaga lingkungan. Hal tersebut terlihat dari peningkatan jumlah warga yang menabung minyak jelantah di Bank Sampah Unit (BSU) Azalea, Jumat (24/10/2025).
Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menciptakan lingkungan bersih dan penguatan ekonomi, tetapi juga memperkuat nilai sosial.
"Program ini dapat memperkuat kesadaran sosial mengenai pentingnya kolaborasi antar masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan melalui pengelolaan limbah rumah tangga," jelasnya.
Sebagai informasi, BRI Peduli Yok Kita Gas telah digulirkan sejak 2021 dan telah dilaksanakan di 41 lokasi di Indonesia, mencakup 5 lokasi di pasar tradisional dan 35 lokasi di lingkungan masyarakat. Program ini terbagi dalam dua bentuk, yakni Yok Kita Gas – Pasar Tradisional dan Yok Kita Gas – Stand Alone Location, yang dilaksanakan di lokasi bank sampah atau TPST yang dikelola masyarakat.
Hingga kini, program tersebut telah menyasar 38 bank sampah dengan total tabungan bank sampah mencapai Rp1,79 miliar. Program ini juga menghasilkan 155 karung pupuk kompos, 1.250 kemasan pupuk organik cair (POC), 6.921,5 maggot, dan 777 eco-enzyme.
Selain itu, program ini berkontribusi besar terhadap penyerapan 108.860 kg sampah organik dan 88.449,4 kg sampah anorganik, dengan potensi reduksi emisi gas metan dan karbon dioksida mencapai 5,4 juta kg CH₄e dan 4,8 miliar kg CO₂e. Capaian tersebut menunjukkan komitmen BRI dalam mendukung ekonomi hijau dan keberlanjutan lingkungan di Indonesia.