Bank Indonesia Tak Turunkan BI Rate, Lebih Fokus pada Penurunan Suku Bunga Kredit

Bank Indonesia (BI) memberikan sinyal untuk kemungkinan penurunan suku bunga acuan di masa mendatang.

Maulandy Rizky Bayu Kencana
Bank Indonesia Tak Turunkan BI Rate, Lebih Fokus pada Penurunan Suku Bunga Kredit
<p>Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Oktober, Kamis (19/10/2023). Perry mengatakan kredit perbankan pada September 2023 tumbuh. (Tira/Liputan6.com)</p> (@ 2023 merdeka.com)

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, masih mempertimbangkan kemungkinan untuk memangkas suku bunga acuan di masa mendatang. Meskipun dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang berlangsung pada 21-22 Oktober 2025, keputusan diambil untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate pada level 4,75 persen.

Perry menjelaskan bahwa Bank Indonesia telah melakukan penurunan suku bunga acuan sebanyak enam kali. Oleh karena itu, fokus utama bank sentral saat ini adalah memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter kepada sektor perbankan, terutama terkait penurunan suku bunga kredit.

"Penurunan suku bunga BI rate telah diikuti penurunan suku bunga di pasar uang. Bahkan suku bunga yield imbal hasil SBN juga sudah turun," ungkap Perry dalam konferensi pers hasil RDG BI pada Rabu (22/10/2025).

"Isunya, masalahnya adalah bagaimana suku bunga dana pihak ketiga dan suku bunga kredit yang turunnya masih berjalan lambat. Itu yang kami terus dorong. Tentu saja agar suku bunga kredit bisa turun dan mendorong pertumbuhan ekonomi," tambahnya.

Perry menilai bahwa masih ada ruang yang luas untuk penurunan suku bunga di masa depan, dengan pertimbangan bahwa inflasi pada tahun 2025-2026 masih berada pada level rendah.

"Terutama inflasi inti yang rendah dan terkendali di kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen. Oleh karenanya terbuka ruang penurunan suku bunga," tambahnya.

Sinergi dengan Menkeu Purbaya

Bank Indonesia juga terus membangun sinergi yang kuat dengan pemerintah dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi saat ini dan yang diproyeksikan untuk tahun depan masih dianggap di bawah kapasitas output nasional.

"Dengan demikian, mendorong permintaan domestik untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi masih sejalan dengan keinginan kita untuk mendorong pertumbuhan tanpa menimbulkan risiko inflasi yang lebih tinggi, khususnya inflasi inti," jelasnya.

Bersama Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, BI berupaya untuk menambah ekspansi fiskal dalam belanja pemerintah untuk sektor riil.

"Dua pertimbangan ini, inflasi rendah dan perlunya bersinergi untuk mendorong pertumbuhan, menjadi landasan utama kami untuk melihat bahwa ruang penurunan suku bunga masih terbuka," tutup Perry.

Suku Bunga Bank Indonesia Tetap pada Level 4,75%

Tak Pangkas BI Rate, Bank Indonesia Fokus Minta Bunga Kredit Turun
Gubernur BI Perry Warjiyo memberikan penjelasan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (20/6/2019). RDG Bank Indonesia 19-20 Juni 2019 memutuskan untuk mempertahankan BI7DRR sebesar 6,00%, suku bu © 2025 Liputan6.com

Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 21-22 Oktober 2025, BI secara resmi memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan, yaitu BI 7-Day Reverse Repo Rate, pada level 4,75 persen.

Keputusan ini sedikit mengejutkan karena banyak pihak memperkirakan bahwa BI akan melakukan pemangkasan terhadap suku bunga tersebut.

Selain itu, Bank Indonesia juga memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga deposito facility yang tetap di angka 3,75 persen, serta suku bunga lending facility yang tetap berada di 5,5 persen. Sebelumnya, pada bulan September 2025, Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen.

Bank Indonesia Memutuskan Mempertahankan Suku Bunga Acuan di Level 4,75% pada Oktober 2025

Tak Pangkas BI Rate, Bank Indonesia Fokus Minta Bunga Kredit Turun
Gubernur BI Perry Warjiyo memberikan penjelasan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (20/6/2019). RDG Bank Indonesia 19-20 Juni 2019 memutuskan untuk mempertahankan BI7DRR sebesar 6,00%, suku bu © 2025 Liputan6.com

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) telah resmi memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan, yaitu BI 7-Day Reverse Repo Rate, pada level 4,75 persen. Keputusan ini diambil setelah berlangsungnya Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada tanggal 21-22 Oktober 2025.

Banyak pihak mengira bahwa BI akan memangkas suku bunga acuan pada bulan Oktober 2025, sehingga keputusan ini sedikit mengejutkan.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 21-22 Oktober 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI rate tetap sebesar 4,75 persen," ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam sesi teleconference yang berlangsung pada Rabu, 22 Oktober 2025.

Perkiraan Inflasi Telah Dipenuhi

Perry menyampaikan bahwa Bank Indonesia telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pada deposito facility di angka 3,75 persen dan suku bunga lending facility di angka 5,5 persen.

"Keputusan ini konsisten dengan perkiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas nilai tukar rupiah, dan mendorong momentum pemulihan ekonomi nasional," ujar Perry.

Sebelumnya, pada bulan September 2025, Bank Indonesia telah melakukan pemangkasan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen. Sejak awal tahun, total empat kali pemangkasan suku bunga telah dilakukan oleh BI.

Pemangkasan BI rate masing-masing dilakukan sebesar 25 bps pada bulan Januari, Mei, Juli, dan Agustus, yang sebelumnya berada di posisi 6,00 persen pada bulan Desember 2024.

Rekomendasi