Kementerian Koperasi Republik Indonesia (Kemenkop RI) mengambil langkah strategis dengan merekrut tenaga pendamping khusus di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengoperasian Koperasi Merah Putih yang masih banyak belum aktif di wilayah tersebut. Sebanyak 21 orang tenaga ahli kini ditugaskan untuk memberikan bimbingan dan arahan kepada para pengurus koperasi.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja (Diskop UKM-Naker) Kabupaten Pamekasan, Muttaqin, menyampaikan informasi ini pada Selasa (21/10). Ia menjelaskan bahwa kebijakan rekrutmen pendamping ini merupakan respons Kemenkop RI untuk mempercepat operasional Koperasi Merah Putih. Hal ini menjadi krusial mengingat kondisi banyak koperasi yang belum berjalan optimal.
Koperasi Merah Putih di Pamekasan, yang diluncurkan pemerintah pada Hari Koperasi 12 Juli 2025, berjumlah 189 unit. Angka ini terdiri dari 178 Koperasi Merah Putih Desa dan 11 Koperasi Merah Putih Kelurahan. Namun, dari total tersebut, baru enam koperasi yang telah beroperasi, menyisakan 183 koperasi lainnya yang masih stagnan.
Advertisement
Advertisement
Kemenkop Rekrut Tenaga Ahli untuk Koperasi Merah Putih Pamekasan
Pemerintah melalui Kementerian Koperasi Republik Indonesia telah merekrut 21 tenaga pendamping yang berdedikasi untuk Kabupaten Pamekasan. Para pendamping ini memiliki tugas utama memberikan bimbingan intensif kepada Koperasi Merah Putih. Fokus pendampingan mencakup tata kelola manajemen dan keuangan koperasi agar dapat beroperasi secara efektif.
Muttaqin menjelaskan bahwa kondisi operasional Koperasi Merah Putih di Pamekasan masih jauh dari harapan. "Tapi dari jumlah tersebut Koperasi Merah Putih yang beroperasi baru enam koperasi, sedangkan 183 koperasi lainnya belum," ujarnya. Keenam koperasi yang sudah aktif tersebut tersebar di beberapa lokasi, di antaranya Desa Panaguan (Kecamatan Larangan), Desa Rekkerek (Kecamatan Palengaan), dan Koperasi Merah Putih Branta Pesisir (Kecamatan Tlanakan).
Diskop UKM-Naker Pamekasan secara proaktif melaporkan kendala ini kepada Kementerian Koperasi melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Laporan tersebut mencakup berbagai tantangan yang dihadapi oleh para pengurus koperasi di lapangan. Respons cepat dari Kemenkop RI dengan merekrut tenaga pendamping diharapkan dapat menjadi solusi konkret untuk masalah ini.
Advertisement
Advertisement
Strategi Percepatan dan Dukungan Penuh untuk Koperasi Merah Putih
Kehadiran para pendamping di Pamekasan menjadi angin segar bagi pengembangan Koperasi Merah Putih. Mereka kini telah berada di lokasi dan mulai memberikan pendampingan langsung kepada pengurus koperasi yang belum beroperasi. Bimbingan ini diharapkan dapat mengatasi berbagai hambatan yang selama ini menghambat kinerja koperasi.
Kepala Diskop UKM-Naker Pamekasan, Muttaqin, menyatakan keyakinannya terhadap dampak positif dari program ini. Ia optimis bahwa dalam beberapa bulan ke depan, Koperasi Desa Merah Putih akan mengalami perkembangan signifikan. Peningkatan ini diharapkan terjadi terutama dalam hal permodalan, tata kelola, dan daya saing usaha mereka di pasar.
Untuk memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih, Diskop UKM-Naker Pamekasan juga telah memfasilitasi pertemuan antara koperasi yang belum berjalan dengan berbagai pihak. Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Bulog dan Pertamina, menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung program ini. "Target kami, akhir tahun ini semua Koperasi Merah Putih yang tersebar di 178 desa dan 11 kelurahan se-Kabupaten Pamekasan bisa beroperasi," tegas Muttaqin.
Advertisement
Advertisement
Mengenal Lebih Dekat Program Koperasi Merah Putih Nasional
Program Koperasi Merah Putih merupakan inisiatif nasional yang digagas pemerintah dengan tujuan mulia. Program ini berfokus pada pembentukan koperasi di tingkat desa dan kelurahan di seluruh penjuru Indonesia. Tujuannya adalah untuk memperkuat fondasi ekonomi rakyat secara merata.
Lebih lanjut, program ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kelurahan melalui prinsip gotong royong. Koperasi Merah Putih juga memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan demikian, program ini tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga sosial dan kemandirian masyarakat.
Sumber: AntaraNews
Advertisement