Tahukah Anda? Teknologi Faspol PGN Ubah Sampah Plastik Jadi BBM Setara Solar di Karimunjawa

PT PGN Tbk meluncurkan Teknologi Faspol PGN di Karimunjawa, mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar petasol. Inovasi ini mendukung green tourism dan solusi energi alternatif, bagaimana cara kerjanya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Teknologi Faspol PGN Ubah Sampah Plastik Jadi BBM Setara Solar di Karimunjawa
PT PGN Tbk meluncurkan Teknologi Faspol PGN di Karimunjawa, mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar petasol. Inovasi ini mendukung green tourism dan solusi energi alternatif, bagaimana cara kerjanya? (AntaraNews)

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) telah meluncurkan inovasi teknologi terbaru di Karimunjawa. Teknologi ini bertujuan untuk mengatasi masalah penumpukan sampah plastik yang kian mengkhawatirkan. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen PGN dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di Indonesia.

Inovasi yang dikenal sebagai Fast Pyrolysis (Faspol) ini mampu mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar setara solar, atau yang disebut petasol. Peluncuran dilakukan di Pusat Daur Ulang (PDU) Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Langkah strategis ini diharapkan membawa dampak positif bagi lingkungan dan ekonomi lokal.

Menurut Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, Teknologi Faspol PGN tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah. Namun juga menawarkan solusi energi alternatif bagi masyarakat setempat. Terutama saat musim barat ketika pasokan BBM ke pulau sering terhambat cuaca ekstrem.

Mesin Faspol yang dioperasikan di Karimunjawa memiliki kapasitas 50 kilogram per siklus. Teknologi Faspol PGN ini merupakan hasil kolaborasi riset mendalam antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Bank Sampah Banjarnegara. Kemitraan ini menunjukkan sinergi antara lembaga riset dan praktik pengelolaan sampah.

Uji coba telah dilakukan pada tiga alat operasional sekaligus untuk membuktikan efektivitas petasol. Alat tersebut meliputi mesin Dongfeng milik PDU Karimunjawa, ekskavator di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), serta perahu nelayan. Hasil uji coba menunjukkan bahwa petasol yang dihasilkan mampu menggantikan fungsi solar secara optimal tanpa kendala.

Oleh karena itu, bahan bakar petasol diharapkan menjadi solusi energi terjangkau sekaligus alternatif. Bahan bakar ini dapat dimanfaatkan oleh para nelayan di sekitar Karimunjawa. Keberadaan Teknologi Faspol PGN memberikan harapan baru bagi ketahanan energi lokal.

Kehadiran Teknologi Faspol PGN sejalan dengan upaya PGN dalam mendukung pengembangan green tourism di Karimunjawa. Inovasi ini menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Selain itu, Faspol juga memperkuat ketahanan energi lokal berbasis ekonomi sirkular.

Fajriyah Usman menjelaskan, “Melalui teknologi Faspol, kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan pariwisata di Karimunjawa tetap berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan. Ini bukan hanya solusi energi, tetapi bagian dari ekosistem green tourism yang melibatkan masyarakat secara langsung.” Pernyataan ini menegaskan komitmen PGN terhadap lingkungan.

Karimunjawa, dengan jumlah penduduk sekitar 10 ribu jiwa, menghadapi tantangan serius terkait sampah. Kunjungan wisatawan yang mencapai sekitar 82 ribu orang pada tahun 2024 turut berkontribusi pada peningkatan volume sampah. Timbunan sampah harian di pulau ini mencapai 1,5 hingga 2 ton, di mana sekitar 46 persen di antaranya merupakan sampah anorganik seperti plastik.

  • Jumlah Penduduk Karimunjawa: sekitar 10 ribu jiwa
  • Kunjungan Wisatawan (2024): sekitar 82 ribu orang
  • Timbunan Sampah Harian: 1,5 hingga 2 ton
  • Persentase Sampah Anorganik (Plastik): sekitar 46 persen

Staf Ahli Bupati Jepara Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan, dan Sumber Daya Manusia, Sridana Paminto, menyambut baik inisiatif ini. Ia mengatakan kehadiran Teknologi Faspol PGN merupakan langkah besar dalam penanganan masalah sampah. Khususnya di wilayah Karimunjawa, mengingat tantangan pengelolaan limbah plastik yang terus meningkat seiring pertumbuhan aktivitas pariwisata.

“Keberadaan mesin Faspol ini diharapkan menjadi solusi efektif untuk mengurangi volume sampah, menekan dampak lingkungan, sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomis yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar Sridana Paminto. Harapan ini mencerminkan potensi besar Faspol bagi kesejahteraan lokal.

Pengelolaan sampah menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan destinasi wisata bahari unggulan ini. Dengan adanya Teknologi Faspol PGN, Karimunjawa kini memiliki alat yang efektif untuk mengubah ancaman sampah menjadi peluang energi. Inovasi ini menciptakan model ekonomi sirkular yang dapat direplikasi di daerah lain.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi