Pengangguran di AS Meningkat, Lowongan Kerja Capai Titik Terendah

Untuk pertama kalinya sejak tahun 2021, jumlah pencari kerja di Amerika Serikat kini melebihi jumlah lowongan yang ada.

Linda Maulina Khairunnisa
Pengangguran di AS Meningkat, Lowongan Kerja Capai Titik Terendah
Bendera Amerika Serikat. (dok. Unsplash.com/Nik Shuliahin) (© 2025 Liputan6.com)

Amerika Serikat (AS) saat ini sedang menghadapi indikasi serius tentang penurunan di pasar kerja. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah lowongan pekerjaan pada bulan Juli lebih sedikit dibandingkan jumlah pencari kerja, hal ini merupakan situasi yang belum pernah terjadi dalam lebih dari empat tahun terakhir.

Dikutip dari CNN pada Sabtu (6/9/2025), tercatat bahwa jumlah lowongan mencapai 7,18 juta pada akhir Juli, turun dari 7,36 juta pada bulan sebelumnya. Angka ini juga lebih rendah dari jumlah pengangguran yang mencapai 7,2 juta, yang merupakan pertama kalinya sejak April 2021 kondisi ini terjadi.

Kepala Ekonom Navy Federal Credit Union, Heather Long, mengungkapkan bahwa situasi ini adalah "titik balik bagi pasar tenaga kerja." Laporan ini dihasilkan dari survei JOLTS (Job Openings and Labor Turnover Survey), yang biasa digunakan untuk melengkapi laporan ketenagakerjaan bulanan. Meskipun metodenya berbeda, JOLTS dianggap memberikan gambaran yang jelas mengenai tren yang mendasari pergerakan pasar tenaga kerja.

Para ekonom sebelumnya memperkirakan bahwa lowongan pekerjaan hanya akan sedikit menurun menjadi 7,37 juta, tetapi kenyataannya justru lebih rendah dari itu. Kondisi ini menambah kekhawatiran bahwa penambahan lapangan kerja pada bulan Agustus mendatang juga akan terbatas. Estimasi konsensus memprediksi hanya akan ada sekitar 80.000 pekerjaan baru, dengan tingkat pengangguran tetap di angka 4,2%.

Pengangguran Naik, Lowongan Kerja Turun ke Level Terendah
Bendera Amerika Serikat. (dok. Unsplash.com/Nik Shuliahin) © 2025 Liputan6.com

Ekonom senior Allianz Trade, Dan North, menyatakan bahwa data JOLTS kali ini tidak mengalami perubahan signifikan seperti yang terjadi pada laporan bulan Mei dan Juni. Ia menegaskan bahwa laporan ketenagakerjaan yang akan dirilis pada hari Jumat mendatang akan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah pasar kerja.

Data yang ada juga menunjukkan bahwa kondisi pasar kerja di Amerika Serikat semakin stagnan. Meskipun jumlah perekrutan tidak banyak berubah dan pemutusan hubungan kerja (PHK) tetap rendah, pekerja cenderung lebih memilih untuk bertahan di posisi mereka. Hal ini menjadi perhatian karena perputaran karyawan sangat penting untuk mendorong peningkatan upah, memperluas peluang kerja, dan memicu inovasi. "Allison Shrivastava, ekonom di Indeed, menilai kondisi beberapa bulan terakhir justru menunjukkan arah sebaliknya---pasar tenaga kerja kehilangan dinamika," tulisnya.

Pengangguran Naik, Lowongan Kerja Turun ke Level Terendah
Bendera Amerika Serikat. (dok. Unsplash.com/Nik Shuliahin) © 2025 Liputan6.com

Saat ini, perkembangan lapangan kerja sangat bergantung pada beberapa sektor tertentu, terutama di bidang perawatan kesehatan, pariwisata, dan perhotelan. Namun, peluang kerja di sektor-sektor tersebut mulai mengalami penurunan. Pada bulan Juli, sektor yang mengalami penurunan lowongan terbesar adalah kesehatan dan bantuan sosial, diikuti oleh sektor pariwisata dan perhotelan.

Di sisi lain, terdapat peningkatan lowongan di sektor perdagangan grosir, konstruksi, dan pemerintahan federal. Pemerintah, contohnya, mulai aktif dalam merekrut tenaga kerja untuk bidang-bidang seperti penegakan hukum imigrasi, serta mulai menarik kembali pegawai setelah gelombang pemutusan hubungan kerja pada masa pemerintahan Trump.

Meskipun demikian, secara umum, perekrutan tetap stagnan di sebagian besar industri, termasuk di sektor layanan kesehatan dan pemerintahan. Sektor yang menunjukkan peningkatan perekrutan terbesar justru berasal dari kategori "jasa lainnya", yang mencakup perbaikan, pemeliharaan, hingga perawatan hewan peliharaan, serta perdagangan grosir.

Rekomendasi