Angka Fantastis! Konsumsi Biodiesel Domestik RI Diproyeksi Capai 15,6 Juta Kiloliter pada 2025

Kementerian Perdagangan memproyeksikan konsumsi biodiesel domestik Indonesia akan mencapai 15,6 juta kiloliter pada tahun 2025. Penasaran bagaimana angka ini akan memengaruhi ekonomi nasional dan transisi energi?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Angka Fantastis! Konsumsi Biodiesel Domestik RI Diproyeksi Capai 15,6 Juta Kiloliter pada 2025
Kementerian Perdagangan memproyeksikan konsumsi biodiesel domestik Indonesia akan mencapai 15,6 juta kiloliter pada tahun 2025. Penasaran bagaimana angka ini akan memengaruhi ekonomi nasional dan transisi energi? (Merdeka.com)

Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah merilis proyeksi signifikan terkait konsumsi biodiesel di dalam negeri. Pada tahun 2025, konsumsi domestik biodiesel diperkirakan akan menyentuh angka 15,6 juta kiloliter, menunjukkan peningkatan substansial dari tahun sebelumnya.

Proyeksi ini disampaikan oleh Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono, di Jakarta. Angka tersebut menjadi indikator penting bagi arah kebijakan energi nasional dan keberlanjutan industri biodiesel.

Peningkatan target konsumsi ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat transisi menuju energi hijau serta berkelanjutan. Langkah ini juga diharapkan membawa dampak ekonomi yang luas bagi Indonesia, termasuk pada sektor ketenagakerjaan.

Proyeksi Peningkatan Konsumsi dan Produksi Biodiesel Nasional

Djatmiko Bris Witjaksono menjelaskan bahwa konsumsi biodiesel pada tahun 2024 mencapai 13 juta kiloliter. Angka ini menjadi dasar optimisme untuk target 15,6 juta kiloliter pada tahun 2025, menunjukkan tren peningkatan yang konsisten.

Peningkatan target konsumsi ini didukung oleh kapasitas produksi biodiesel nasional yang terus bertumbuh. Pada tahun lalu, produksi biodiesel mencapai 13,9 juta kiloliter, dan potensi peningkatannya masih terbuka lebar di tahun ini.

Saat ini, Indonesia memiliki setidaknya 26 produsen biodiesel yang tersebar di 12 provinsi. Hal ini menunjukkan ekosistem industri biodiesel yang kuat dan siap mendukung kebutuhan domestik yang terus meningkat.

Peningkatan konsumsi dan produksi biodiesel ini tidak hanya mendukung transisi energi hijau, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Proyeksi penyerapan tenaga kerja di sektor off-farm mencapai 14 ribu orang, sementara di sektor on-farm mencapai 1,95 juta orang.

Dinamika Ekspor dan Prioritas Kebutuhan Domestik Biodiesel

Di sisi lain, Kemendag memproyeksikan ekspor biodiesel ke Uni Eropa (UE) akan stabil di angka 6,7 persen. Stabilitas ini merupakan hasil kemenangan Indonesia dalam sengketa DS618 terkait bea imbalan di Panel Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Meskipun data menunjukkan ekspor biodiesel Indonesia cukup fluktuatif selama 10 tahun terakhir, pertumbuhan tetap terjadi. Selama masa pengenaan bea imbalan (2020-2024), ekspor biodiesel ke UE tumbuh 6,7 persen dengan rata-rata nilai 319,7 juta dolar AS.

Namun, Djatmiko menekankan bahwa Indonesia juga sangat membutuhkan biodiesel untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. Hal ini sejalan dengan tujuan transisi energi nasional yang membutuhkan pasokan energi terbarukan yang stabil.

Kebutuhan domestik diperkirakan akan terus meningkat hingga tahun 2045, dengan proyeksi konsumsi mencapai 15,6 juta kiloliter. Prioritas pemenuhan kebutuhan dalam negeri ini akan berdampak pada kinerja ekspor, namun esensial untuk ketahanan energi nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi