Kepolisian Resor (Polres) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat baru-baru ini melaksanakan kegiatan penanaman jagung pipil. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung program swasembada pangan di wilayah perbatasan Indonesia.
Kegiatan penanaman jagung ini berlokasi di Desa Sebadai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Natuna. Penanaman ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang dilakukan secara serentak oleh seluruh jajaran Polda dan Polres di seluruh Indonesia.
Program ini menunjukkan komitmen Polres Natuna dalam bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Tujuannya adalah memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya melalui pengembangan sektor pertanian jagung pipil sebagai komoditas unggulan.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Kuat untuk Ketahanan Pangan Natuna
Kapolres Natuna, AKBP Novyan Aries Efendie, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam upaya mencapai ketahanan pangan. Kegiatan penanaman jagung pipil ini menjadi bukti nyata sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, Polres Natuna berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya melalui pengembangan sektor pertanian jagung pipil sebagai komoditas unggulan,” ujar Novyan.
Program ini tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat. Keterlibatan aktif desa dan masyarakat menjadi kunci sukses dalam menjalankan program swasembada pangan ini.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Masyarakat dan Potensi Lahan Luas
Lahan yang digunakan untuk penanaman jagung pipil ini merupakan milik masyarakat desa setempat, dengan luas awal sekitar satu hektare. Keterlibatan langsung warga menunjukkan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan ini.
Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sebadai Ulu, Tauran, menjelaskan bahwa lahan satu hektare tersebut merupakan lahan uji coba. Lahan ini menjadi langkah awal dari program ketahanan pangan yang diinisiasi oleh Polres Natuna.
Menurut Tauran, Desa Sebadai Ulu mendukung penuh program ini dan telah mempersiapkan lahan tambahan seluas 15 hektare. Persiapan lahan yang lebih luas ini menunjukkan potensi besar untuk pengembangan pertanian jagung di Natuna.
Advertisement
“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta menjaga stabilitas pangan nasional,” tambah Novyan. Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan masyarakat, untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilannya.
Sumber: AntaraNews