BlackBerry Ltd., perusahaan teknologi asal Kanada, menaikkan proyeksi pendapatan untuk tahun fiskal 2026, seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap layanan keamanan siber di tengah lonjakan kejahatan daring global. Kabar ini mendorong harga saham perusahaan yang terdaftar di bursa AS naik sebesar 6% setelah penutupan pasar pada Selasa (24/6).
Dalam pernyataannya, BlackBerry memperkirakan pendapatan tahun fiskal 2026 akan berada dalam kisaran USD508 juta atau setara Rp8,2 triliun hingga USD538 juta atau setara Rp8,6 triliun. Angka ini naik dari proyeksi sebelumnya yang berada di kisaran USD504 juta hingga USD534 juta.
Perusahaan juga merevisi naik estimasi pendapatan untuk segmen komunikasi amannya, yang mencakup perangkat lunak keamanan cerdas untuk korporasi dan lembaga pemerintah. Pendapatan segmen ini diproyeksikan mencapai USD234 juta hingga USD244 juta, dibandingkan dengan estimasi sebelumnya sebesar USD230 juta hingga USD240 juta.
Para analis mencatat bahwa sektor keamanan siber tetap menjadi prioritas investasi bagi banyak perusahaan, dan relatif tahan terhadap fluktuasi pengeluaran global. Hal ini mendorong peningkatan permintaan terhadap solusi keamanan digital seperti yang ditawarkan BlackBerry.
Untuk kuartal yang berakhir pada 31 Mei 2025, BlackBerry membukukan pendapatan sebesar USD121,7 juta, sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai USD123,4 juta.
Pendapatan dari bisnis sistem operasi kendaraan (QNX) meningkat 8,1% secara tahunan menjadi USD57,5 juta. Namun, pendapatan dari unit komunikasi aman menurun 7,3% menjadi USD59,5 juta pada kuartal pertama tahun fiskal 2026.