Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, baru-baru ini menyatakan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai kemandirian pangan untuk sejumlah komoditas strategis. Pencapaian ini meliputi beras, daging ayam, hingga telur yang kebutuhan domestiknya kini dapat dipenuhi secara mandiri oleh produksi dalam negeri. Pernyataan ini disampaikan di Jakarta, menanggapi pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum PBB.
Menurut Arief, keberhasilan ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mewujudkan cita-cita menjadi lumbung pangan dunia. Visi tersebut sebelumnya telah digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat. Bapanas menegaskan komitmen penuh untuk mendukung visi besar tersebut melalui kebijakan dan program yang berkelanjutan.
Kemandirian pangan ini didukung oleh data proyeksi neraca pangan nasional yang secara konsisten diperbarui setiap bulan oleh Bapanas. Data tersebut menunjukkan bahwa beberapa pangan pokok tidak lagi memerlukan pasokan impor. Ini menandakan kapasitas produksi domestik yang kuat dan stabil untuk memenuhi konsumsi masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Selain beras, Arief Prasetyo Adi menyebutkan beberapa pangan strategis lain yang sudah tercukupi secara mandiri di Indonesia. Komoditas tersebut antara lain telur, daging ayam, cabai, dan bawang merah. "Sebenarnya Indonesia itu kan juga sudah sufficient (tercukupi) di beberapa pangan strategis selain beras, seperti telur, daging ayam, cabai, dan bawang merah," kata Arief.
Proyeksi produksi dalam negeri menunjukkan angka yang menggembirakan. Untuk telur ayam, diperkirakan produksi pada tahun 2025 dapat mencapai 6,5 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi setahun yang berada di angka 6,2 juta ton. Sementara itu, produksi daging ayam selama setahun diproyeksikan mencapai 4,2 juta ton, melebihi kebutuhan tahunan sebesar 3,8 juta ton.
Sektor hortikultura juga menunjukkan performa positif. Produksi cabai, baik cabai besar maupun cabai rawit, masing-masing dapat mencapai 1,4 juta ton dan 1,6 juta ton setahun. Angka ini jauh di atas kebutuhan setahun yang berkisar antara 876 ribu hingga 958 ribu ton. Kemandirian pangan pada komoditas ini memperkuat ketahanan pangan nasional.
Advertisement
Bawang merah bahkan telah mencatatkan ekspor. Pada semester pertama, ekspor bawang merah mencapai 128 ton, dan direncanakan akan mengekspor 5 ribu ton pada semester kedua. Hal ini dimungkinkan karena produksi bawang merah setahun dapat mencapai 1,3 juta ton, sedangkan kebutuhan konsumsi dalam negeri hanya sekitar 1,1 juta ton.
Advertisement
Kemandirian pangan Indonesia juga sangat ditopang oleh produksi beras yang signifikan. Bapanas memproyeksikan produksi beras hingga Oktober mencapai 31 juta ton. Dengan asumsi produksi November dan Desember sekitar 1,5 hingga 1,8 juta ton, Indonesia diperkirakan memiliki surplus beras hampir 3 juta ton.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) turut memperkuat optimisme ini. Rilis BPS memperkirakan produksi beras dari Januari hingga Oktober 2025 dapat mencapai 31,04 juta ton. Angka ini bahkan melampaui total produksi beras sepanjang tahun 2024 yang tercatat 30,62 juta ton, dan mendekati produksi tahun 2023 yang sebesar 31,1 juta ton.
Rincian proyeksi BPS untuk produksi beras 2025 terdiri dari angka tetap Januari-April sebesar 14 juta ton, angka sementara Mei-Juni sebesar 7,92 juta ton, dan angka potensi Juli-Oktober sebesar 9,11 juta ton. Meskipun demikian, Arief berharap tidak terjadi kejadian mendadak seperti bencana alam, serangan hama, penyakit, atau curah hujan berlebih. Faktor-faktor ini berpotensi mengganggu stabilitas produksi beras dan ketersediaan pangan nasional.
Advertisement
Advertisement
Pencapaian kemandirian pangan pada berbagai komoditas strategis ini menjadi fondasi kuat bagi visi besar Indonesia. Visi tersebut adalah menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menegaskan dukungan penuh terhadap cita-cita Presiden Prabowo Subianto ini.
Arief mengungkapkan rasa bangganya melihat Presiden Prabowo Subianto menyampaikan banyak hal di forum PBB, termasuk mengenai pangan. "Kita bangga sekali melihat Presiden Prabowo Subianto di forum United Nations. Di sana beliau menyampaikan banyak hal, salah satunya mengenai pangan. Beliau juga bangga sekali karena Indonesia saat ini punya produksi yang baik, khususnya untuk perberasan," tutur Arief.
Visi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia memang merupakan cita-cita Bapak Presiden, sehingga swasembada pangan harus terus diupayakan. Dengan kapasitas produksi yang telah mencukupi kebutuhan domestik untuk beras, telur, daging ayam, cabai, dan bawang merah, Indonesia memiliki modal penting untuk berkontribusi lebih besar dalam ketahanan pangan global.
Advertisement
Sumber: AntaraNews