Tahukah Anda? PIS Tanam 1.000 Fragmen Terumbu Karang untuk Konservasi Ekosistem Laut di Sabang Aceh

PT Pertamina International Shipping (PIS) melakukan aksi konservasi terumbu karang di Sabang, Aceh, dengan menanam 1.000 fragmen. Simak bagaimana upaya ini menjaga ekosistem laut Indonesia!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? PIS Tanam 1.000 Fragmen Terumbu Karang untuk Konservasi Ekosistem Laut di Sabang Aceh
PT Pertamina International Shipping (PIS) melakukan aksi konservasi terumbu karang di Sabang, Aceh, dengan menanam 1.000 fragmen. Simak bagaimana upaya ini menjaga ekosistem laut Indonesia! (Merdeka.com)

PT Pertamina International Shipping (PIS) menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan laut dengan melakukan transplantasi terumbu karang. Sebanyak 1.000 fragmen terumbu karang berhasil ditanam di kawasan Ujung Teungku, Iboih, Sabang, Aceh. Aksi ini merupakan bagian integral dari strategi keberlanjutan perusahaan untuk menciptakan ekosistem laut yang sehat dan lestari.

Inisiatif ini menegaskan peran penting perusahaan dalam menjaga keanekaragaman hayati laut Indonesia. Pemilihan lokasi di Sabang tidak lepas dari urgensi konservasi serta potensi dampak positifnya terhadap ekosistem lokal yang kaya. PIS berharap upaya ini dapat menjadi contoh bagi entitas lain untuk turut serta dalam pelestarian lingkungan bahari.

Program ini juga sejalan dengan visi PIS untuk memastikan ekosistem laut di seluruh Indonesia tetap terjaga, dari pusat hingga wilayah terluar. Melalui program CSR Marine BiodiverSEAty, PIS berupaya memberikan kontribusi nyata bagi keberlanjutan sumber daya alam. Kegiatan transplantasi ini menjadi langkah konkret dalam mencapai tujuan tersebut.

Komitmen PIS dalam Konservasi Laut Berkelanjutan

Corporate Secretary PIS, Muhammad Baron, menegaskan bahwa perlindungan laut adalah bagian tak terpisahkan dari kegiatan operasional perusahaan. PIS memiliki komitmen kuat untuk menjaga ekosistem laut Indonesia melalui program CSR Marine BiodiverSEAty. Transplantasi 1.000 fragmen terumbu karang di Sabang merupakan salah satu kegiatan terbaru yang dilakukan dalam kerangka program ini.

Pemilihan Sabang sebagai lokasi transplantasi pada tahun 2025 (merujuk pada rencana atau target) memiliki alasan strategis yang kuat. Sabang merupakan salah satu garis terluar Indonesia dan memiliki posisi penting dalam melengkapi sebaran penanaman terumbu karang yang telah dilakukan PIS di lokasi lain. Ini menunjukkan pendekatan holistik dalam upaya konservasi.

Selain itu, Sabang juga dikenal memiliki potensi wisata laut yang luar biasa, dengan perekonomian yang sangat bergantung pada sektor pariwisata bahari dan perikanan. Oleh karena itu, kelestarian laut menjadi vital bagi kesejahteraan masyarakat setempat. Upaya konservasi ini secara langsung mendukung keberlanjutan ekonomi lokal.

Proses Transplantasi dan Dampak Lingkungan

Kegiatan transplantasi terumbu karang ini dilakukan melalui beberapa tahapan yang terstruktur. Proses dimulai dengan sesi edukasi mendalam mengenai pentingnya ekosistem terumbu karang, yang disampaikan oleh Rubiah Tirta Divers, pusat selam pertama di Aceh. Edukasi ini ditujukan kepada perwira Pertamina yang berpartisipasi, memastikan mereka memahami peran krusial karang dalam mendukung kehidupan laut.

Transplantasi 1.000 koral di Sabang tidak hanya bertujuan untuk merehabilitasi ekosistem, tetapi juga ditargetkan untuk menjaga produktivitas ekosistem karbon biru. Potensi penyerapan karbon dari kegiatan ini diperkirakan mencapai 0,4 ton setara emisi karbon setahun (0,4 tCO2e setahun). Ini menunjukkan kontribusi signifikan terhadap mitigasi perubahan iklim.

Terumbu karang memiliki peran ganda sebagai penyerap karbon utama, serta secara tidak langsung melindungi ekosistem lamun dan mangrove. Dengan demikian, transplantasi ini akan meningkatkan kapasitas stok karbon biru secara keseluruhan di wilayah tersebut. Ini adalah pendekatan terpadu untuk memperkuat ekosistem laut.

Peran Masyarakat Lokal dan Masa Depan Ekosistem

Pentingnya keterlibatan masyarakat lokal menjadi salah satu fokus utama dalam program penanaman koral di Aceh. Masyarakat setempat dilibatkan secara aktif dalam merangkai fragmen karang pada kerangka besi, yang berfungsi sebagai media tumbuh. Proses ini tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap upaya konservasi.

Setelah perangkaian, proses dilanjutkan dengan penanaman karang secara langsung melalui kegiatan penyelaman di kawasan konservasi. Keterlibatan masyarakat lokal tidak berhenti di situ, mereka juga dilibatkan dalam pemantauan rutin kondisi terumbu karang yang telah ditanam. Ini memastikan keberlanjutan program dan adaptasi terhadap kondisi lingkungan.

Menurut Muhammad Baron, keterlibatan masyarakat lokal memberikan manfaat ganda, yaitu lingkungan laut yang lebih sehat dan peluang ekonomi dari sektor wisata bahari yang berkelanjutan. Langkah ini membuktikan bahwa perlindungan ekosistem laut adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau komunitas lingkungan, tetapi juga perusahaan untuk keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi