Ifan Seventeen, atau yang dikenal dengan nama asli Riefian Fajarsyah, merupakan sosok yang tidak asing di dunia musik Indonesia. Dilansir dari berbagai sumber, kariernya dimulai sebagai vokalis band Seventeen yang dibentuk pada tahun 2006. Sejak saat itu, Ifan dan bandnya meraih kesuksesan besar, terutama setelah merilis album 'Lelaki Hebat' pada tahun 2008. Namun, perjalanan karier Ifan tidak selalu mulus, terutama setelah tragedi tsunami Selat Sunda yang merenggut nyawa sebagian besar personel bandnya pada tahun 2018.
Setelah kehilangan yang sangat berat, Ifan melanjutkan kariernya sebagai penyanyi solo dan terlibat dalam berbagai aktivitas lain, termasuk politik dan perfilman. Puncak dari perjalanan kariernya terjadi pada tahun 2025 ketika ia ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN). Penunjukan ini menandai sebuah transisi besar dalam hidupnya dan menempatkannya dalam posisi yang berpengaruh di industri perfilman Indonesia.
Perjalanan Ifan Seventeen mencerminkan ketahanan dan kemampuannya untuk beradaptasi dengan berbagai perubahan, serta menghadapi tantangan yang datang dalam hidupnya.
Advertisement
Ifan Seventeen bergabung dengan band Seventeen setelah melewati proses audisi yang ketat pada tahun 2006. Ia menggantikan vokalis sebelumnya dan membawa warna baru bagi band tersebut. Seventeen meraih popularitas yang pesat, terutama setelah perilisan album 'Lelaki Hebat' pada tahun 2008, yang berisi lagu-lagu yang kerap menduduki tangga lagu radio ternama di Indonesia.
Namun, perjalanan karier Ifan mengalami perubahan drastis pada tanggal 22 Desember 2018, ketika tsunami Selat Sunda melanda. Peristiwa tragis ini menewaskan sebagian besar personel Seventeen, termasuk istri Ifan, Dylan Sahara. Ifan menjadi satu-satunya personel yang selamat dari tragedi tersebut, yang tentunya meninggalkan luka mendalam dalam hidupnya.
Advertisement
Setelah tragedi tersebut, Ifan mulai menata kembali hidupnya dan melanjutkan kariernya sebagai penyanyi solo. Ia telah merilis beberapa single yang mendapat sambutan positif dari penggemarnya. Pada Februari 2025, Ifan merencanakan peluncuran album solo pertamanya yang berjudul '17', angka yang memiliki makna khusus baginya, mengingat nama band sebelumnya.
Selain berkarier di dunia musik, Ifan juga mencoba peruntungannya di dunia politik. Meskipun belum berhasil, ia menunjukkan dukungan kepada beberapa tokoh politik, termasuk Prabowo Subianto. Ifan bahkan berkolaborasi dengan ajudan Prabowo untuk menciptakan lagu bertema perjuangan, yang menunjukkan keterlibatannya dalam isu-isu sosial dan politik.
Di samping itu, Ifan juga menjajal dunia perfilman dengan berperan dalam film 'Sukep: The Movie' pada tahun 2019. Hal ini menunjukkan bahwa ia tidak hanya berfokus pada musik, tetapi juga ingin menjelajahi berbagai bidang seni.
Advertisement
Pada Maret 2025, Ifan Seventeen dikabarkan ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN), sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang industri perfilman. Penunjukan ini telah dikonfirmasi oleh beberapa sumber, termasuk pejabat di Kementerian BUMN dan petinggi Koalisi Indonesia Maju Plus.
Walaupun hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak BUMN maupun Ifan sendiri, penunjukan ini menjadi sorotan banyak pihak. Banyak yang menganggap langkah ini cukup mengejutkan, dan beberapa komentar satire muncul dari tokoh politik, termasuk Guntur Romli, yang memberikan tanggapan terhadap keputusan tersebut.
Jika penunjukan ini resmi, maka Ifan akan menghadapi tantangan baru dalam mengelola dan mengembangkan industri perfilman di Indonesia, yang tentunya merupakan langkah besar bagi kariernya.
Perjalanan karier Ifan Seventeen yang beragam dan dinamis, dari seorang vokalis band yang sukses hingga menjadi figur publik yang aktif di berbagai bidang, menunjukkan kemampuan adaptasi dan keuletannya dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Penunjukannya sebagai Direktur Utama PFN menandai babak baru yang signifikan dalam kariernya.