IHSG Hari Ini Nyungsep Lagi di Pembukaan 10 Februari 2025: Ada Apa dan Investor Mesti Gimana?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan pelemahan 0,71% pada 10 Februari 2025

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
IHSG Hari Ini Nyungsep Lagi di Pembukaan 10 Februari 2025: Ada Apa dan Investor Mesti Gimana?
IHSG Hari Ini Nyungsep Lagi di Pembukaan 10 Februari 2025: Ada Apa dan Investor Mesti Gimana? (Merdeka.com)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pada 10 Februari 2025 dengan pelemahan yang cukup signifikan. Meskipun terdapat sedikit perbedaan angka di berbagai sumber, mayoritas menunjukkan penurunan antara 0,52% hingga 0,71%.

Satu sumber melaporkan IHSG dibuka di posisi 6.695,00 setelah koreksi 47,57 poin, sementara sumber lain mencatat pembukaan di angka 6.707 dengan penurunan 0,52%.

Perbedaan ini mungkin disebabkan oleh perbedaan waktu pengambilan data atau metode penghitungan yang digunakan.

Kenapa IHSG terus melemah?

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pelemahan IHSG

IHSG Rebound: Respons Pasar Terhadap Penundaan Tarif Impor AS
Analis menyarankan investor memilih saham dividen tinggi untuk mengurangi risiko volatilitas pasar di tahun 2025, terutama dengan mempertimbangkan potensi sentimen negatif global. © 2025 Antaranews

Pelemahan IHSG pada hari tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik dari sentimen global maupun domestik. Sentimen global cenderung negatif, didorong oleh beberapa peristiwa penting.

Laporan ketenagakerjaan AS yang direvisi ke bawah memberikan sinyal peringatan bagi pasar global. Penurunan di pasar saham Eropa juga menambah tekanan negatif.

Rencana Presiden Trump untuk menerapkan tarif timbal balik semakin memperburuk situasi, menciptakan ketidakpastian di pasar internasional. Hal ini secara tidak langsung mempengaruhi kinerja IHSG.

Di sisi domestik, sentimen pasar relatif lebih tenang. Tidak terdapat rilis data ekonomi signifikan yang dapat menggerakkan pasar secara drastis pada hari tersebut. Namun, minimnya sentimen positif dari dalam negeri tidak cukup untuk menahan tekanan dari sentimen global yang negatif.

Prediksi Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Saham

IHSG Terbakar Parah di Sesi I, Ternyata Gara-gara Ini
Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG © 2025 Liputan6.com

Prediksi pergerakan IHSG pada 10 Februari 2025 beragam. Beberapa analis memperkirakan pergerakan sideways (mendatar) dengan potensi penurunan yang terbatas.

Namun, ada juga yang memprediksi potensi penurunan yang lebih dalam jika IHSG ditutup di bawah level support tertentu, misalnya di angka 6.698. Perlu diingat bahwa prediksi ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Rekomendasi saham pun bervariasi tergantung analis. Beberapa saham mungkin direkomendasikan untuk dibeli, sementara yang lain mungkin disarankan untuk ditahan atau bahkan dijual.

Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Penting untuk melakukan riset sendiri dan menganalisis data secara mendalam sebelum mengambil keputusan.

Waspada dan Lakukan Riset

IHSG Melemah: Analisis Dampak Suku Bunga dan Kinerja Keuangan Global
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dibuka melemah 12,43 poin atau 0,18 persen pada Kamis pagi, 2 Februari 2024, ke posisi 7.011,80, sementara Indeks LQ45 juga mengalami penurunan. © 2025 Antaranews

Situasi pasar yang volatil mengharuskan investor untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Pergerakan IHSG dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.

Meskipun terdapat prediksi dan rekomendasi saham, investor harus selalu melakukan riset sendiri dan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum berinvestasi.

Konsultasi dengan profesional keuangan juga sangat dianjurkan untuk meminimalisir risiko kerugian. Penting untuk diingat bahwa informasi yang disajikan di sini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab investor. Selalu lakukan due diligence dan konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum melakukan transaksi di pasar modal.

Rekomendasi