Kebakaran Hutan Makin Meluas, Los Angeles Derita Kerugian hingga Rp2.437 Triliun

Kebakaran di Los Angeles menyebabkan kerugian besar dan tantangan bagi ekonomi California.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Kebakaran Hutan Makin Meluas, Los Angeles Derita Kerugian hingga Rp2.437 Triliun
Kebakaran LA telah meninggalkan kehancuran pada sarana dan rumah, selain kerusakan tatanan lansekapnya juga pada ekonominya. Sementara, negara bagian di pantai barat Amerika ini berjuang mengatasinya, pembahasan berikut mencoba memahami dampak ekonomi serta perencanaan dan pemulihan di masa depan. (© 2025 merdeka.com)

Kebakaran Hutan di Los Angeles: Sebuah Bencana Besar

Kebakaran yang melanda Los Angeles baru-baru ini telah meninggalkan dampak yang sangat signifikan, baik dari segi kerusakan fisik maupun ekonomi. Lebih dari 12 ribu rumah dan struktur lain telah hancur, dengan kerugian moneter diperkirakan mencapai antara 135 hingga 150 miliar dolar.

Selain itu, kebakaran ini juga mengakibatkan setidaknya 24 orang tewas dan lebih dari sepuluh orang masih dinyatakan hilang. Bencana ini bukan hanya mengubah tatanan lansekap California, tetapi juga memberikan tantangan besar bagi pemulihan ekonomi di negara bagian tersebut.

Kisah Pasangan Lansia di Tengah Kebakaran

Sammy dan Jenni Gunawan, pasangan suami istri lanjut usia yang tinggal di Granada Hills, San Fernando Valley, mengalami situasi yang sangat menegangkan. Jenni yang menggunakan kursi roda harus dipersiapkan untuk evakuasi mendadak. Sammy menceritakan, “Tanggal 7 Januari jam 9:30 malam saya dapat telepon dari anak saya Dani, dia jaraknya five minutes away from my house. Kemudian ‘Dad ada kebakaran,’ katanya. Kebakaran itu asapnya sudah masuk.’” Dengan cepat, mereka mengumpulkan barang-barang penting dan menunggu instruksi lebih lanjut mengenai evakuasi.

Pentingnya Perencanaan dan Manajemen Risiko

Pemahaman tentang penyebab kebakaran menjadi sangat penting bagi perencana di California. Joseph Kane, peneliti dari Brookings Institution, menjelaskan bahwa Los Angeles adalah zona berisiko tinggi karena kondisi kemarau yang parah dan angin Santa Ana. “Hal ini diperparah dengan absennya sebuah rencana atau investasi yang proaktif untuk melindungi berbagai struktur di sana,” ujarnya. Menurut Kane, perencanaan yang lebih baik dan manajemen risiko yang efektif harus dipertimbangkan oleh pemimpin lokal dan negara bagian.

Rekalibrasi dalam Mengelola Risiko Kebakaran

Kane menekankan pentingnya rekalibrasi dalam cara mengelola risiko kebakaran. “Sudah tentu perencanaan yang bersifat proaktif, manajemen risiko dan investasi sarana, ini semua adalah langkah-langkah yang harus dipertimbangkan,” tambahnya. Para pemimpin di sektor publik dan privat perlu berbagi tanggung jawab dalam menghadapi risiko ini. Ini termasuk mempertimbangkan bagaimana pemilik rumah, penyewa, dan pemilik bisnis dapat berkontribusi dalam upaya pemulihan dan mitigasi risiko kebakaran di masa depan.

Membangun Kembali dengan Infrastruktur yang Lebih Baik

Kebakaran sebelumnya di California sering kali disebabkan oleh infrastruktur yang sudah usang. Kane mencatat bahwa sistem pengadaan air yang tidak memadai dan tiang listrik yang menyebabkan percikan api adalah faktor penyebab. “Terdapat kerentanan pada sistem dan jaringan itu sendiri,” ujarnya. Oleh karena itu, pembangunan kembali harus memperhitungkan perubahan iklim dan kondisi lingkungan agar tidak terjadi bencana serupa di masa depan.

Inisiatif untuk Mengurangi Risiko Kebakaran

Sebelum kebakaran ini, California telah melakukan inisiatif untuk mengurangi risiko kebakaran. Pemimpin negara bagian dan perusahaan utilitas bekerja sama untuk memindahkan kabel listrik ke bawah tanah, yang dapat mengurangi risiko kebakaran hutan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan pasokan listrik serta mengurangi potensi kebakaran di masa mendatang.

Ekonomi California dan Tantangan Pemulihan

Ekonomi California diperkirakan mencapai 4,1 triliun dolar pada tahun 2024, menjadikannya sebagai ekonomi terbesar keempat di dunia. Meskipun memiliki sumber daya untuk membangun kembali, kerusakan yang ditimbulkan oleh kebakaran ini sangat besar. Pemerintah federal AS diharapkan akan berperan dalam proses pemulihan, mengingat skala kerugian yang dialami oleh masyarakat dan infrastruktur.

Kembali Beraktivitas di Tengah Pemulihan

Sammy Gunawan, yang berusia 79 tahun dan merupakan anggota diaspora Indonesia di California, telah kembali beraktivitas setelah kebakaran. Ia menjalankan bisnis servis peralatan dapur besar untuk hotel dan restoran di California Selatan. Meskipun menghadapi tantangan, ia menunjukkan semangat untuk melanjutkan kegiatan yang dicintainya, membuktikan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Rekomendasi