13 Proyek BUMN Penerima PMN yang Mangkrak Dipastikan Bukan PSN

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Pahala N. Mansury menegaskan proyek mangkrak digarap 13 BUMN yang didanai oleh penyertaan modal negara (PMN) tahun 2015-2016 bukan termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN).

Rita
Oleh Rita - Reporter
13 Proyek BUMN Penerima PMN yang Mangkrak Dipastikan Bukan PSN
Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury. ©2022 Merdeka.com

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Pahala N. Mansury menegaskan proyek mangkrak digarap 13 BUMN yang didanai oleh penyertaan modal negara (PMN) tahun 2015-2016 bukan termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN). 13 proyek yang didanai oleh tambahan PMN tersebut sebagian besar disebabkan oleh persoalan administratif.

"Bukan, itu bukan proyek PSN," kata Pahala ketika ditemui usai menghadiri peluncuran gerakan pangan murah, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (26/6).

Kendati demikian, pihaknya optimis proyek mangkrak itu bisa rampung tahun depan, sebelum berakhirnya kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Sebagian besar itu sebetulnya dari sisi administratif. Itu akan kita bereskan tahun ini juga. Insya Allah ada tiga penugasan PMN 2015 dan 2016 yang kita bereskan tahun ini juga. Sisanya kita bisa selesaikan secara bertahap," ujarnya.

Meski begitu, Kementerian BUMN belum bisa memastikan sanksi apa yang akan diberikan kepada 13 BUMN penerima tambahan PMN 2015 dan 2016. Kendati demikian, pihaknya akan mendorong 13 BUMN tersebut agar segera menyelesaikan tanggung jawabnya kepada negara.

"(Sanksi) tentunya dalam bentuk upaya untuk melanjutkan dan penguatan kepada mereka untuk menyelesaikan proyek tersebut. (BUMN yang dimaksud), ada PTPN X (PT Perkebunan Nusantara X (Persero)), ada (Perum) Bulog (Badan Urusan Logistik), dan BUMN holding pangan lainnya," ujar Pahala.

Sebelumnya, BPK menemukan adanya proyek yang digarap 13 BUMN yang didanai PMN pada 2015-2016 belum selesai hingga semester I 2022.

Secara kumulatif, PMN yang disetor mencapai Rp 10,49 triliun. Nilai tersebut terdiri dari total nilai aset yang belum produktif karena belum selesai dikerjakan sebesar Rp 10,07 triliun dan belanja operasional yang belum dimanfaatkan sebesar Rp 424,11 miliar.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi