Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut bahwa rencana penambahan saham oleh Mind ID di PT Vale Indonesia Tbk menjadi bagian dalam penguatan hilirisasi tambang di Indonesia. Saat ini, porsi saham Mind ID di Vale Indonesia sendiri ada sebesar 20 persen.
Menurut Erick Thohir, hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia menjadi sesuatu yang dibutuhkan. Targetnya adalah membidik tambahan keuntungan bagi negara.
"Jangan sampai kita sebagai negara hanya mengekspor bahan baku dan tidak menguntungkan negara kita," kata dia saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (15/6).
Dengan adanya pemanfaatan itu, Erick berharap akan membuka kesempatan lapangan kerja bagi banyak pihak. Apalagi, mengacu catatan demografi saat ini yang didominasi oleh generasi muda.
Dia mencontohkan, proses hilirisasi sudah juga dilakukan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang menggandeng pihak dari negara lain. Sejalan dengan itu, tak menutup kemungkinan diperlukan upaya penambahan aset untuk tujuan pengembangan.
"Kita tidak anti investasi asing, tapi saya juga berharap kalau memang mereka yang sudah memiliki berapa puluh tahun tapi belum maksimal sudah waktunya juga berbagi dengan negara. Toh negara hari ini kita ingin sekali ada lahan-lahan yang bisa kita kembangkan," sambung Erick.
Advertisement
Catatan Penting Harus Diperhatikan
Ada dua hal yang menjadi catatan penting Erick Thohir mengingat terbukanya opsi bagi pemerintah untuk memiliki lebih banyak saham di perusahaan tambang asal luar negeri. Dia mencontohkan seperti yang dilakukan pada PT Freeport Indonesia.
"Satu, kita menambah saham seperti (di) Freeport itu haknya kita sebagai negara, bukan kita anti asing, tapi sudah waktunya dan aturannya jelas," ungkapnya.
"Yang kedua, ya kalau misalnya ada lahan-lahan yang memang sudah tidak tergarap mendingan kan dipercepat oleh kita, ini bagian percepatan dari hilirisasi," katanya menjelaskan.
Kendati begitu, dia enggan mengungkap besaran saham Vale Indonesia yang bakal dicaplok oleh Mind ID. "Wah itu tentu namanya negosiasi saya tidak bisa bicara sedetil itu," pungkas Erick Thohir.
Reporter: Arief Rahman Hakim
Sumber: Liputan6.com