Siapa sangka jauh sebelum meraih gelar miliarder, Mark Cuban yang diperkirakan memiliki kekayaan bersih sebesar USD6,5 miliar, pernah tinggal di apartemen bersama lima pria lainnya dengan tidur di lantai, dia menggunakan handuk bekas untuk alas tidurnya diambil dari motel.
Mungkin keadaan itu sangat tampak suram, tetapi justru berpengaruh untuk mendorong Cuban mengerahkan seluruh kemampuannya untuk berwirausaha.
"Ketika punggung anda menempel ke dinding, anda tidur di lantai, dan teman - teman anda melangkahi anda untuk pergi ke pekerjaan mereka dan anda memulai perusahaan ini, anda menyadari, 'Oke, saya hanya punya satu arah," kata Cuban dilansir CNBC Make It.
Cuban mengutip pada perkataan lawan mainnya di "Shark Tank" yaitu Daymond John "kekuatan bangkrut". Menurutnya itu merupakan salah satu elemen penentu dari setiap pemilik bisnis yang sukses.
Menurutnya, setiap orang bisa berheti dari pekerjaannya dan tidak bisa lepas dari pekerjaannya sebagai pengusaha atau bertahan di zona nyaman. "Tidak ada orang di planet ini yang belum memiliki (momen) 'Ya Tuhan, saya mendapatkan ide ini," katanya.
Menurutnya, kebanyakan orang berkonsultasi dengan teman atau mencari ide mereka di Google, namun akhirnya tidak pernah berhasil. Alasan terbesar yang mendasari yaitu psikologi mereka takut mengorbankan gaji tetap mereka untuk hal yang tidak diketahui.
Dalam kasus Cuban, bakat menjual yang dimilikinya sejak masih kecil meyakinkannya dapat berhasil menuju jalannya sendiri sebagai orang dewasa. Dia pernah menjual kantong sampah dari pintu ke pintu saat masih remaja, dan perangko serta koin saat remaja untuk membiayai kuliahnya sendiri di Indian University.
Sebagai anak kuliahan, Cuban dan beberapa temannya pernah mempromosikan sebuah pesta bar di Bloomington, Indiana, Amerika Serikat. Kinerjanya sangat baik sehingga ketika bar ditutup, dia membeli gedung itu dan mengubahnya menjadi tempat nongkrong yang populer.
"Itulah kekuatan menjadi pengusaha," katanya
Selain itu, Cuban terinspirasi untuk berwirausaha karena pengalamannya pernah dipecat dari toko perangkat lunak karena menghasilkan penjualan USD15.000 dengan alasan membersihkan toko. Setelah itu, Pada tahun 1955 dia mendirikan portal video Broadcast.com bersama alumni Indian Todd. Namun, mereka menjualnya ke Yahoo pada tahun 1999 seharga USD5,7 miliar.
Namun, hari ini dia memiliki club basket NBA, Dallas Mavericks dan Cuban mendirikan Cost Plus Drugs dengan tujuan untuk menurunkan harga obat resep pada januari 2022. Tidak hanya itu, dia juga berinvestasi ke perusahaan berbasis misi seperti Luminaid yang menyediakan penerangan ke area bencana, ke Mahmee dan perusahaan teknologi perawatan kesehatan ibu.
Reporter Magang: Ananda Tias Putri