Mengalami kebangkrutan merupakan sebuah mimpi buruk bagi para pengusaha perusahaan yang sudah besar. Namun kebangkrutan itu bisa terjadi apabila ada satu masalah yang tak kunjung terselesaikan, misalnya adanya utang piutang yang menumpuk banyak.
Apakah anda mengetahui, bahwa ada perusahaan besar di Indonesia yang cukup terkenal, tetapi sekarang sudah resmi ditutup? Ya, salah satunya adalah PT Sariwangi Agricultural Estate Agency (SAEA).
Nama itu tentu tidak asing di telinga anda bukan? Ya, Sariwangi merupakan merek teh celup yang sangat terkenal di Indonesia.
Melansir dari berbagai sumber, Sariwangi didirikan pada tahun 1962 oleh Johan Alexander Supit yang berasal dari Tondano, Sulawesi Utara, yang secara resmi diberi nama PT Sariwangi PT Sariwangi Agricultural Estate Agency (SAEA).
Walaupun sudah berdiri dari tahun 1962, Sariwangi baru dikenal pada tahun 1972 dengan teh kemasan kantong atau biasa disebut teh celup. Sariwangi merupakan produk teh pertama yang dikemas dalam kantong.
Advertisement
Setelah beberapa tahun melewati masa-masa perkenalan, di tahun 1973 sariwangi telah resmi berdiri. Bahkan pada 1985 Sariwangi mulai melakukan ekspor produknya ke berbagai negara, di antaranya Australia, Inggris, Amerika Serikat, Timur Tengah hingga Rusia.
Pada tahun 1989 Unilever sempat melakukan akuisisi merek Sariwangi, walaupun pemilik utama Johan tetap sebagai pemasok teh utama melalui perusahaan lainnya. Tetapi dikabarkan tidak bekerjasama lagi dengan Sariwangi.
Sariwangi memiliki infrastruktur yang lengkap dari daun teh hingga secangkir teh dari perkebunan teh dikemas dan dipasarkan dengan merek sendiri.
Perusahaan tersebut juga memimpin pasar di antara perusahaan-perusahaan swasta dalam perdagangan komoditas, hingga 46.000 ton per tahun, kapasitas produksi hingga 8 miliar teh celup, mesin kemasan buatan sendiri, pasokan pembuatan teh hingga 7.000 ton per tahun.
Namun masa kejayaan teh celup ini mendadak membuat masyarakat Indonesia kaget, karena perusahaan itu akhirnya tutup buku alias bangkrut. Kebangkrutan terjadi akibat terlilit utang sangat besar.