Pramono: Obligasi Jakarta Takkan Jadi Beban Pemerintahan Berikutnya

Pramono Anung membeberkan rencana obligasi daerah DKI Jakarta. Ada kapasitas besar, nilai awal yang disiapkan, serta restu pusat yang tengah diproses.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Pramono: Obligasi Jakarta Takkan Jadi Beban Pemerintahan Berikutnya
<p>Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Rusun Tambora, Jakarta Barat, pada Rabu (26/3/2025). (Dok Pemprov DKI) </p>

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memiliki kapasitas untuk menerbitkan obligasi daerah hingga Rp 20 triliun. Meski demikian, pada tahap awal pemerintah hanya akan menerbitkan obligasi senilai Rp 3,5 triliun.

"Jadi Jakarta itu mempunyai kemampuan untuk obligasi sampai dengan Rp 20 triliun, tetapi kan kita hanya memakai Rp 3,5 triliun saja," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Pramono memastikan nilai penerbitan obligasi tersebut masih jauh di bawah kapasitas fiskal Jakarta. Karena itu, menurut dia, langkah tersebut tidak akan membebani kondisi keuangan daerah maupun pemerintahan yang akan datang.

"Jadi masih sangat aman untuk Jakarta dan itu apa yang menjadi kekhawatiran akan menjadi beban pemerintah berikutnya pasti enggak akan terjadi," ujarnya.

Ia menjelaskan, rencana penerbitan obligasi daerah telah melalui koordinasi dengan pemerintah pusat. Pemprov DKI Jakarta, kata Pramono, sudah mengantongi persetujuan prinsip sebelum melangkah ke tahap berikutnya.

"Secara prinsip Pemerintah DKI Jakarta enggak mungkin kita melangkah seperti ini tanpa persetujuan dari pemerintah pusat. Salah satu persetujuan prinsip yang kami dapatkan adalah dari Menko Perekonomian," ungkap Pramono.

Setelah memperoleh persetujuan prinsip tersebut, Pemprov DKI Jakarta masih harus melengkapi sejumlah persyaratan administratif, termasuk mendapatkan persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

"Dan kami akan melakukan itu. Sehingga dengan demikian saya meyakini apa yang kami lakukan ini kan langkah baik," kata Pramono.

Pramono juga mengungkapkan bahwa dirinya baru menerima kunjungan perwakilan International Finance Corporation (IFC) World Bank. Dalam pertemuan tersebut, salah satu topik yang dibahas ialah rencana pembiayaan kreatif melalui penerbitan obligasi daerah.

"Tentunya mereka pasti juga sudah berkomunikasi dengan pemerintah pusat," tandasnya.

Rekomendasi