BUMN Ambil Bagian Tekan Masalah Gizi Buruk di Papua, Ini Cara Ditempuh

Kegiatan yang dilaksanakan berupa penguatan proses pembelajaran yang berkaitan dengan ketahanan pangan di Indonesia dan peningkatan gizi melalui pemberian makanan tambahan, memberikan media tanam kepada tiga Pusat Belajar/KBLC, dan alat ukur tumbuh kembang anak.

Rita
Oleh Rita - Reporter
BUMN Ambil Bagian Tekan Masalah Gizi Buruk di Papua, Ini Cara Ditempuh
Anak-anak Gizi Buruk. ©2013 Merdeka.com

Perusahaan BUMN, PT Surveyor Indonesia bekerjasama dengan Kitong Bisa Foundation menangani masalah gizi buruk di Papua. Kali ini, perusahaan ambil bagian melalui Program Ketahanan Pangan di tiga Kitong Bisa Learning Center (KBLC).

Kegiatan yang dilaksanakan berupa penguatan proses pembelajaran yang berkaitan dengan ketahanan pangan di Indonesia dan peningkatan gizi melalui pemberian makanan tambahan, memberikan media tanam kepada tiga Pusat Belajar/KBLC, dan alat ukur tumbuh kembang anak.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Rosmanidar Zulkifli mengatakan, program tersebut serentak diterapkan di KBLC Timika, KBLC Sorong, dan KBLC Yapen.

“Program ketahanan pangan merupakan intervensi terbaik di Papua. Semoga bermanfaat untuk mengatasi gizi buruk,” ujarnya dikutip di Jakarta, Jumat (10/3).

Program ini melibatkan 12 tenaga pengajar dan seratusan siswa dari tiga KBLC, pihak eksternal dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia, serta konselor gizi. Anak didik KBLC umumnya berusia 6-14 tahun.

Mereka mengikuti serial kegiatan antara lain: praktik penanaman bibit di KBLC, pemberian makanan ke warga belajar dengan konsep Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan, edukasi terkait gizi anak, dan praktik timbang untuk anak di KBLC.

“Diharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman tenaga pengajar di pusat belajar terkait ketahanan pangan dan siswa gizi, tumbuh kembang anak,” ujar Rosmanidar.

Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Inovasi, Pendidikan, dan Pembangunan Daerah Terluar, Billy Mambrasar mengapresiasi PT Surveyor Indonesia yang memiliki kepedulian pada sektor ketahanan pangan yang tengah memiliki isu global.

"Kami mengapresiasi seluruh pihak atas keterlibatan dalam kegiatan ini. PT Surveyor Indonesia telah nyata membangun Indonesia Timur . KBF pun terus menjadi mitra resmi pembangunan Bappenas," ujarnya.

Billy melanjutkan, pihaknya juga mengapresiasi PT Surveyor Indonesia yang mendorong kemitraan kota dalam mencapai target SDGs dengan menggandeng KBF sebagai salah satu NGO terkemuka di Indonesia.

"Isu ketahanan pangan menjadi isu mendasar dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di sebuah provinsi, dengan salah satu indikator IPM adalah kesehatan. Tanpa ketahanan pangan terutama untuk anak-anak usia sekolah, maka timbul berbagai permasalahan seperti stunting dan gizi buruk yang menghambat proses pendidikan," katanya.

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi