Peneliti Center of Digital Economy and SME, Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Izzuddin Al Farras Adha mengatakan bahwa data dari bank dunia tahun 2022 menunjukkan bahwa hanya 32,75 persen pekerja di Indonesia mampu menyediakan dana cadangan untuk kebutuhan 7 hari kedepan.
Dia menjelaskan, para pekerja di Indonesia memanfaatkan dana darurat mereka dari keluarganya ketika membutuhkan dana, yaitu sebesar 44,42 persen. Dana darurat yang dibutuhkan pekerja seperti, ketika terjadi kecelakaan, atau sesuatu yang fatal, sehingga membutuhkan dana darurat.
"Dari mana para pekerja mendapatkan sumber dananya? ya dari keluarganya lalu selebihnya dari pekerjaan, tabungan, penjualan aset, perbankkan. Tapi mayoritas mendapatkannya dari keluarga," ujar Izzudin dalam acara diskusi publik 'Market survey: Earned Wage Access di Indonesia', Jakarta, Selasa (28/2).
Lantas, bagaimana cara menabung dana darurat?
Melansir dari Forbes, Rabu (1/3), dana darurat adalah sumber daya penting yang harus dimiliki setiap orang, namun sangat sedikit orang yang memiliki uang tunai untuk menutupi bahkan keadaan darurat kecil.
Meminjam uang dalam keadaan darurat dapat berdampak besar pada kesehatan keuangan jangka panjang Anda, sehingga memiliki dana darurat sangat berharga.
Salah satu alasan untuk membangun dana darurat sesegera mungkin adalah karena banyak ekonom khawatir akan terjadi resesi. Selama resesi, orang bisa kehilangan pekerjaan atau sumber pendapatan lain dan pinjaman bisa menjadi lebih mahal, membuat dana darurat menjadi lebih penting.
Berapa banyak yang harus dihemat?
Salah satu pertanyaan pertama yang diajukan orang tentang dana darurat adalah berapa banyak yang harus mereka tabung. Yang terbaik adalah memulai dengan tujuan kecil yang dapat dicapai.
Setelah Anda selesai melakukannya, kebanyakan orang akan merekomendasikan untuk membayar utang berbunga tinggi sebelum menabung lebih banyak. Itu berarti melunasi saldo kartu kredit Anda dan utang serupa sebelum Anda memasukkan uang tunai ekstra ke dalam dana Anda.
Ketika anda memutuskan berapa banyak yang ingin Anda simpan, saatnya menabung. Ini bisa menjadi bagian tersulit, tetapi dengan beberapa tips, Anda dapat mulai menyimpan sejumlah uang.
Advertisement
Berikut tips memulai menyimpan dana darurat
1. Lacak pengeluaran Anda dan rencana anggaran
Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari tahu berapa banyak uang yang Anda habiskan setiap bulan dan di mana Anda membelanjakan uang itu. Memahami penghasilan dan arus kas keluar Anda akan membantu Anda menghemat uang dalam jangka panjang.
Cobalah untuk mengurangi pengeluaran Anda untuk hal-hal yang tidak memberikan kontribusi positif bagi hidup Anda.
2. Otomatis tabungan Anda
Setelah Anda mengetahui berapa banyak yang Anda hasilkan dan belanjakan setiap bulan, Anda dapat menggunakan informasi tersebut untuk mulai menabung. Jika Anda menghasilkan Rp 4.900.000 per bulan dan membelanjakan Rp 4.500.000, Anda dapat memasukkan Rp 400.000 ke dalam dana darurat Anda setiap bulan.
Hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk memastikan Anda benar-benar menghemat uang adalah membuatnya otomatis. Semakin sedikit Anda berpikir untuk menabung, semakin kecil kemungkinan Anda untuk mengeluarkan uang terlalu banyak atau memutuskan untuk melewatkan satu bulan.
3. Pilih rekening tabungan hasil tinggi
Buka rekening tabungan hasil tinggi untuk dana darurat Anda. Anda bahkan dapat mempertimbangkan untuk menggunakan bank online atau bank yang berbeda dari bank biasa Anda. Ini memiliki keuntungan tambahan yaitu membuat dana darurat sedikit lebih sulit diakses, mengurangi godaan untuk membelanjakan uang yang telah Anda tabung.