Ekonom dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto mengatakan, tahun politik bisa meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat. Salah satunya kredit perbankan yang diprediksi tumbuh 9-12 persen tahun ini, meningkat dibanding pertumbuhan kredit bank sebesar 11,31 persen di 2022.
"Rasanya tahun ini meskipun akan menghadapi pemilu saya optimistis kredit kita bisa (tumbuh) 9-12 persen," ujarnya dalam FGD bertajuk Penerapan Prinsip Prudential Banking dalam Penyaluran Kredit Bank BUMN, Senin (27/2).
Kegiatan-kegiatan politik seperti kampanye baik dalam skala kecil maupun besar bisa berdampak pada ekonomi masyarakat. "Pelaku usaha akan mulai mengantisipasi permintaan dari kegiatan politik, tadi ada kampanye, rapat konsolidasi, pertemuan kader. Sehingga akan mengajukan kredit baru atau tambahan," bebernya.
Dia menjelaskan, prediksi ini terlihat dari siklus 5 tahunan, di mana tahun politik mampu mendorong tingkat usaha yang berujung pada akses kredit perbankan. Di sisi lain, Ryan melihat optimisme pertumbuhan kredit dari peningkatan kontribusi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Tahun lalu, tercatat berkontribusi 5,6 persen.
Angka ini diyakini akan terus meningkat. Apalagi ada momen pemerintah telah mencabut PPKM dan harapan dicabutnya status pandemi menjadi endemi. "Maka LNPRT semakin besar, ini tercermin dalam outlook pertambahan kredit. Beberapa bank BUMN bahkan tumbuh double digit tahun lalu," urainya.
Reporter: Arief Rahman H.
Sumber: Liputan6.com