Presiden World Water Council (WWC) Loic Fauchon memuji kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena Indonesia saat ini merupakan juara dunia dalam urusan pembangunan bendungan.
Dia mengatakan, krisis air yang tengah melanda dunia saat ini bakal berimbas pada terciptanya krisis pangan hingga krisis energi jika dibiarkan. Namun, Fauchon menilai, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Pemerintah RI dari jauh-jauh hari sudah mengantisipasi kemungkinan tersebut lewat pembangunan banyak bendungan.
"Khusus tentang masalah ini, saya katakan kepada Presiden tadi pagi, Indonesia adalah juara dunia dalam pembangunan bendungan," ujar Fauchon dalam sesi konferensi pers World Water Forum (WWF) 2024 Meeting di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (15/2).
Menurut dia, pembangunan bendungan jadi sangat penting dalam menjaga ketahanan air di tengah situasi perubahan iklim yang tidak pasti saat ini. Dia menilai Indonesia sudah bisa memanfaatkan bendungan untuk tujuan ketahanan pangan, dan menyuplai konsumsi untuk masyarakat yang terus bertumbuh.
"Untuk bisa melakukan itu, kita butuh cadangan air yang mencukupi. Kita butuh bendungan untuk menyimpan air," kata Fauchon.
Menimpali pernyataan tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pemerintah terus melanjutkan misi untuk menyelesaikan 61 bendungan baru hingga 2024.
"Kita punya sekitar 3,7 juta ha lahan sawah. Tapi hanya sekitar 10 persen yang hanya disuplai dari dam. Artinya dia hanya bisa melakukan satu kali tanam per tahun, karena tidak ada cadangan airnya," sebutnya.
Bila total 61 bendungan itu selesai tahun depan, Menteri Basuki percaya suplai air untuk lahan pertanian bisa meningkat hingga 20 persen. "Kalau semuanya selesai, kita akan bisa mendukung 20 persen. Jadi kita ada tambahan 9-10 persen lahan irigasi. Dari 3,7 ha sebelumnya hanya sekitar 900 ribu ha yang irigasi teknis, suplai airnya dari dam," terangnya.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com