Zoom Video Communication dikabarkan akan memecat 1.300 pegawainya yang tersebar di berbagai negara. Jumlah tersebut mencapai 15 persen dari total pegawai perusahaan.
Kabar tersebut pun telah dikonfirmasi CEO Eric Yuan dalam postingan di blog pribadinya. Eric menyebut kondisi tersebut terpaksa dilakukan dalam rangka menyesuaikan dengan kebutuhan zaman yang kini sudah mulai kembali normal.
"Saat dunia terus menyesuaikan diri dengan kehidupan setelah pandemi Covid, perusahaan perlu beradaptasi dengan ketidakpastian ekonomi global serta dampaknya terhadap pelanggan kami," kata Yuan dilansir dari CNBC.com, dikutip di Jakarta, Rabu (8/2).
Sebagaimana diketahui, saat pandemi terjadi pertama kali, Zoom banyak meraup untung karena orang-orang dipaksa bekerja dari rumah. Berbagai kegiatan dari diskusi, rapat hingga seminar beralih ke perangkat lunak obrolan video untuk tetap berhubungan dengan kolega, teman, dan keluarga.
"Kami bekerja tanpa lelah dan menjadikan Zoom lebih baik bagi pelanggan dan pengguna kami. Tapi kami juga melakukan kesalahan," kata Yuan.
Yuan mengaku, pihaknya belum optimal dalam menganalisis secara menyeluruh terkait bisnisnya. Sehingga tim tidak melakukan ekspansi teknologi yang menyesuaikan dengan kebutuhan ara ppelanggan.
Yuan mengatakan pemangkasan pegawai pasti akan memengaruhi setiap organisasi di Zoom. Namun dia menyebut karyawan yang diberhentikan akan ditawari hingga 16 minggu gaji dan perlindungan perawatan kesehatan.
Untuk itu, Yuan berencana untuk mengurangi gajinya sendiri untuk tahun fiskal mendatang sebesar 98 persen. Bahkan dia juga melepaskan bonus perusahaan yang seharusnya masuk kantongnya.
"Sebagai CEO dan pendiri Zoom, saya bertanggung jawab atas kesalahan ini dan tindakan yang kami ambil hari ini, dan saya ingin menunjukkan pertanggungjawaban tidak hanya dengan kata-kata tetapi juga dalam tindakan saya sendiri," tulis Yuan dalam postingan tersebut.
Pengumuman PHK perusahaan menandai putaran terakhir pemutusan hubungan kerja di industri teknologi. Seperti Dell yang pada hari Senin mengumumkan rencana untuk memangkas 6.650 pekerjaan. Di bulan Januari, Google mengungkapkan rencana untuk memberhentikan lebih dari 12.000 pekerja.
Microsoft mengungkapkan rencana untuk memangkas 10.000 karyawan dan Salesforce mengumumkan rencana untuk memberhentikan 7.000 pekerja.