Sebanyak 19 Politenik milik Kementerian Perindustrian akan menjadi mitra dalam program Kartu Prakerja. Pelatihan yang diselenggarakan pun dilakukan secara tata muka atau luring (offline).
"Infrastruktur pendidikan yang ada di Kementerian itu sudah siap untuk mendukung program Kartu Prakerja," kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (5/1).
Selain Politeknik, Agus menjelaskan infrastruktur yang dimaksud berupa balai vokasi, balai pendidikan hingga politeknik. Nantinya pelatihan yang diselenggarakan akan fokus pada bidang kerja di sektor manufaktur.
"Pemerintah juga menetapkan salah satu fokus pelatihannya itu di sektor manufaktur. Yang paling mengerti apa saja yang dibutuhkan oleh industri ya Kemenperin," ungkapnya.
Dia menambahkan, saat ini berbagai lembaga pelatihan milik Kementerian Perindustrian sudah tersebar di sebagian provinsi Indonesia. "Lokasinya tidak di 34 provinsi tapi di sebagian provinsi ada," kata dia.
Advertisement
Meski begitu, pemerintah juga membuka kesempatan bagi balai pelatihan kerja milik kementerian/lembaga negara. Semisal Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perhubungan hingga Kementerian Dalam Negeri. Tak hanya itu, kesempatan yang sama juga diberikan kepada pelaku usaha swasta yang memiliki lembaga pelatihan kerja.
"Jadi perusahaan yg memiliki pelatihan pendidikan kita berikan kesempatan untuk ikut serta," kata dia.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap agar berbagai lembaga pelatihan dapat berpartisipasi menjadi bagian dalam ekosistem Prakerja. Caranya dengan mengikuti sejumlah assesmen dan seleksi yag telah ditentukan.
"Pemerintah juga mengajak partisipasi masyarakat melalui skema kemitraan yang merupakan wujud Public Private Partnership (PPP) dalam bidang pengembangan SDM Indonesia," kata Airlangga.