Kuartal II-2022, Aset Industri Asuransi Tumbuh 13,2 Persen

Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung lebih dari dua tahun ini banyak mengubah iklim pasar industri asuransi di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi lesu, daya beli masyarakat pun ikut menurun sehingga berdampak pada kinerja industri asuransi.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Kuartal II-2022, Aset Industri Asuransi Tumbuh 13,2 Persen
Golden Insurance Award 2022. ©2022 Merdeka.com

Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung lebih dari dua tahun ini banyak mengubah iklim pasar industri asuransi di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi lesu, daya beli masyarakat pun ikut menurun sehingga berdampak pada kinerja industri asuransi.

Kendati demikian, pandemi Covid-19 yang mewabah di Indonesia dan ratusan negara lain ini juga membawa dampak positif bagi perusahaan asuransi yang mampu bertahan. Hal itu lantaran masyarakat pada akhirnya menyadari pentingnya perlindungan asuransi untuk memitigasi risiko kesehatan bagi setiap individu.

Makin baiknya kesadaran masyarakat atas perlindungan diri saat pandemi Covid-19 ini kemudian menjadi katalis positif bagi pertumbuhan industri asuransi jiwa di kuartal II-2022. Berdasarkan catatan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), aset industri asuransi mengalami pertumbuhan 13,2 persen pada kuartal II-2022 atau mencapai Rp 1.675,8 triliun.

Untuk asuransi jiwa tumbuhnya 7,9 persen (Rp 559,5 triliun) dengan porsi 36 persen, sementara di asuransi umum porsinya 12 persen dan 7,2 persen tumbuhnya (Rp 196,6 triliun). Sedangkan untuk reasuransi, memiliki porsi 2 persen dengan pertumbuhan aset sebanyak 13,8 persen atau mencapai Rp 33,7 triliun.

Pertumbuhan juga dicatatkan oleh premi industri asuransi yang mencapai Rp266 triliun atau tumbuh tipis 2,8 persen. Kemudian secara klaim, industri asuransi pada triwulan II juga mencatatkan kenaikan sebesar 13,8 persen dengan jumlah klaim mencapai Rp186,4 triliun.

Adapun per Juni 2022, AAUI mencatat sebanyak 71 perusahaan terdaftar sebagai perusahaan asuransi umum, lalu reasuransi berjumlah 7 perusahaan, sebanyak 155 pialang asuransi dan 41 perusahaan pialang reasuransi. Sedangkan untuk agen asuransi umum baru bersertifikat, terdapat penurunan dari 6.094 di 2021 menjadi 1.829 hingga pertengahan 2022.

"Salah satu faktor penyebab penurunan agen asuransi ini karena adanya pandemi Covid-19. Namun banyak juga perusahaan asuransi yang mampu bertahan dan perlahan bangkit seiring fase pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 saat ini," tulis AAUI, Jumat (14/10).

Untuk itu, Akurat.co memberikan apresiasi dan penghargaan bagi para insan asuransi melalui Golden Insurance Awards 2022. Acara ini diharapkan mampu menjadi salah satu pemicu bangkitnya sektor asuransi yang diperkirakan mulai membaik di tahun ini dan meningkat di 2023 mendatang.

Rekomendasi