PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menggandeng mantan atlet bulutangkis Alan Budikusuma dan Susi Susanti sebagai Brand Ambassador Tabungan BTN Bisnis. Pemilihan dua legenda pebulutangkis era 1990-an ini diharapkan bisa menjadi sosok bukti nyata pengusaha sukses yang menggerakkan sektor riil di industri olahraga.
"Kita tunjuk mereka sebagai brand ambassador karena memang legenda dunia dan sekarang mereka menjadi pengusaha baik dan tidak punya masalah," kata Wakil Direktur Utama Bank BTN, Nixon LP Napitupulu di Menara BTN, Jakarta Pusat, Kamis, (7/7).
Nixon menjelaskan, Tabungan BTN Bisnis merupakan inisiatif strategis Bank BTN untuk peningkatan Dana Pihak Ketiga ritel melalui pengembangan Current Account and Saving Account berbasis transaksional. Produk ini memberikan kemudahan transaksi kepada segmen pebisnis seperti SME, perdagangan, properti dan lain-lain, baik secara individu maupun secara institusi.
Tabungan BTN Bisnis mengandalkan sejumlah fitur menarik untuk mendukung transaksi bisnis para pengusaha. Antara lain besaran limit transaksi misalnya nilai transfer antar rekening BTN maupun Bank lain lebih besar Selain itu Tabungan BTN bisnis masih menerapkan bebas biaya transfer dan administrasi.
Sehingga target yang menjadi nasabah merupakan kalangan pebisnis yang banyak melakukan transaksi. "Ini jadi terobosan baru BTN yang mendorong transaksi sekaligus mendorong persepsi publik untuk menggunakan produk dalam negeri," kata Nixon.
Founder Astec, Alan Budikusuma menceritakan, bisnis perlengkapan olahraga sudah dilakoni sejak dirinya masih menjadi atlet. Sebagian besar produksinya buatan dalam negeri, hanya beberapa yang terpaksa dibuat di luar Indonesia karena keterbatasan teknologi.
"Tidak semua kita buat di Indonesia karena ada beberapa teknologi yang tidak bisa dibawa ke sini," kata dia.
Alan menjelaskan, setelah menjadi nasabah Tabungan BTN Bisnis, dirinya mendapatkan beberapa manfaat. Salah satunya tidak perlu bolak-balik ke kantor cabang untuk melakukan transaksi yang tidak bisa dilakukan melalui mobile banking.
"Saya sangat senang ini bisa bantu kami dan hemat waktu buat transaksi-transaksi dan ini hal yang baik sekali, bisa bantu kami sebagai pengusaha," kata Alan.
Hal senada juga diungkapkan Susi Susanti, sebagai nasahab dia mendapatkan keuntungan dari bebas biaya administrasi untuk setiap transaksi. Memang biayany hanya Rp 2.000 per transaksi, namun jika transaksi dilakukan ratusan kali nilainya besar.
"Kalau ratusan kali tapi setiap kali Rp 2.000 kan lumayan juga, jadi ini lebih hemat," kata Susi.