Perang Rusia-Ukraina Diprediksi Tambah 13,1 Juta Orang Kelaparan di Dunia

Mengingat, kedua negara yang tengah bersitegang tersebut merupakan produsen pangan dunia.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Perang Rusia-Ukraina Diprediksi Tambah 13,1 Juta Orang Kelaparan di Dunia
Potret Mengerikan Perang Rusia-Ukraina. Twitter @RALee85 ©2022 Merdeka.com

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan memperkirakan dampak perang Rusia-Ukraina akan menambah 7,6 -13,1 juta orang kelaparan di seluruh dunia. Mengingat, kedua negara yang tengah bersitegang tersebut merupakan produsen pangan dunia.

"Perang Rusia-Ukraina akan menambah 7,6 -13,1 juta orang kelaparan di seluruh dunia, dan Indonesia tidak termasuk dalam kategori tersebut," katanya dalam dalam Minister Talk di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI), Depok (12/4).

Menko Luhut menyampaikan, Rusia dan Ukraina tidak hanya berperan penting dalam sektor pangan global. Melainkan juga berkontribusi besar terhadap ekspor komoditas energi, dan logam dunia.

Akibatnya, Perang Rusia-Ukraina memicu kenaikan inflasi di berbagai negara, terutama didorong oleh meningkatnya harga energi dan pangan. "Kenaikan harga minyak, gandum, dan jagung meningkatkan nilai kebutuhan impor dari negara-negara seperti Mesir, Pakistan, Srilanka, dan Tunisia," bebernya.

Oleh karena itu, dia menilai Indonesia harus kuat dalam produksi dalam negeri. Hal ini salah satunya untuk meningkatkan ketahanan pangan domestik.

"Pasca pandemi, tantangan juga akan muncul dalam hal perubahan berbagai aspek sosial ekonomi dan teknologi. Di antaranya perubahan sistem kesehatan, akselerasi otomasi dan digitalisasi, peningkatan peran Artificial Intelligence (AI) & Big Data, perubahan Global Value Chain, peningkatan tren telework, dan green recovery menghadapi tantangan climate change," tandasnya.

Rekomendasi