Daftar Program Televisi Terbanyak Ditonton Sepanjang Ramadan

Direktur Eksekutif Nielsen Indonesia, Hellen Katherina menyampaikan, larisnya program religi saat Ramadan lantaran pemirsa televisi membutuhkan program yang berbau rohani selama bulan suci berlangsung. Meski begitu dia tidak menyebut berapa persentase pemirsa penonton program religi.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Daftar Program Televisi Terbanyak Ditonton Sepanjang Ramadan
Ilustrasi menonton televisi. ©2014 Merdeka.com/shutterstock.com/Dmitriy Karelin

Survei Nielsen Indonesia mengungkap sejumlah program televisi yang laris ditonton pemirsa selama Ramadan. Pertama, program Religi.

Direktur Eksekutif Nielsen Indonesia, Hellen Katherina menyampaikan, larisnya program religi saat Ramadan lantaran pemirsa televisi membutuhkan program yang berbau rohani selama bulan suci berlangsung. Meski begitu dia tidak menyebut berapa persentase pemirsa penonton program religi.

"Sehingga, kita lihat program tayangan religi kian bertambah begitu juga dengan durasinya," ungkapnya dalam Konferensi Pers Nielsen - Ramadan dalam Endemi, Kamis (24/3).

Selain program religi, program dengan pemirsa usia anak-anak juga ramai ditonton. Antara lain program Hafiz Junior.

"Jadi, program anak-anak yang bertambah bukan yang reguler seperti Upin-Ipin atau Marsha and the Bear. Tapi, seperti Hafiz Junior yang memang di periode (Ramadan) ini di tonton pemirsa," bebernya.

Selanjutnya, program televisi yang ramai ditonton pemirsa ialah entertainment atau hiburan. Meski begitu program hiburan yang ditayangkan disesuaikan dengan kebutuhan pemirsa saat bulan Ramadan.

"Seperti acara e-commerce, program series atau sinetron spesialis Ramadan hingga Lebaran. Sehingga, program ini bertambah jumlah durasi maupun penontonnya," tutupnya.

Survei Nielsen Indonesia menunjukkan, jumlah kepemirsaan televisi selama Ramadan mengalami peningkatan. Hal ini terekam dalam data Nielsen selama tiga tahun berturut-turut.

Direktur Eksekutif Nielsen Indonesia, Hellen Katherina mencatat, angka kepemirsaan TV di Ramadan 2019 sebesar 13,4 persen. Angka ini naik 1,1 persen dibanding bulan lainnya sebanyak 12,3 persen.

Situasi serupa juga berulang di Ramadan 2020. Tercatat, jumlah kepemirsaan naik 0,7 persen dibandingkan bulan lainnya menjadi 14,6 persen dari 13,9 persen.

"Dan di Ramadan 2021, angka kepemirsaan naik 1,4 persen dari bulan sebelumnya 10, 4 persen menjadi 11,8 persen saat lebaran," ujarnya dalam Konferensi Pers Nielsen - Ramadan dalam Endemi, Kamis (24/3).

Hellen menerangkan, kenaikan jumlah kepemirsaan di setiap Ramadan lantaran penyesuaian perilaku konsumen. Antara lain membutuhkan hiburan di waktu sahur hingga menantikan waktu berbuka puasa lewat siaran TV.

Hal ini terekam dari peningkatan pemirsa di waktu sahur. Kemudian, di jam prime time mendekati waktu berbuka puasa. "Kemudian, akan menurun saat waktu shalat taraweh," imbuhnya.

Dari sisi kategori program juga terdapat penyesuaian saat Ramadan dibandingkan dengan bulan lainnya. Yakni, penambahan jumlah kepemirsaan pada program religi, hiburan, dan edukasi.

Survei yang dilakukan Nielsen Media Indonesia melibatkan 12.000 responden dari rentang usia. Survei dilakukan di 11 kota besar di Indonesia.

Rekomendasi