Menko Airlangga Klaim Dua Tahun Terakhir Indonesia Swasembada Beras

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir mewakili Presiden dalam Hari Lahir NU ke 99 tahun di Jakabaring, Palembang, ditulis Sabtu (5/3). Dalam kesempatan itu, dia mengatakan pemerintah mengapresiasi komitmen Nadhlatul Ulama (NU) dalam menegakkan sektor ekonomi kerakyatan.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Menko Airlangga Klaim Dua Tahun Terakhir Indonesia Swasembada Beras
Airlangga Hartarto. ©2020 Merdeka.com

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir mewakili Presiden dalam Hari Lahir NU ke 99 tahun di Jakabaring, Palembang, ditulis Sabtu (5/3). Dalam kesempatan itu, dia mengatakan pemerintah mengapresiasi komitmen Nadhlatul Ulama (NU) dalam menegakkan sektor ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, ini sangat sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk terus memperhatikan sektor ekonomi kerakyatan. "Presiden sangat perhatian kepada ekonomi kerakyatan. Alhamdulillah harga sawit bagus, harga karet bagus, harga kelapa bagus, dan berbagai komoditas pertanian Alhamdulillah dua tahun terakhir bisa swasembada beras," katanya.

Bentuk apresiasi pemerintah terhadap NU dalam menggerakkan perekonomian rakyat tertuang dalam perjanjian Memorandum of understanding (MoU) antara PBNU dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDPKS). Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Dalam program dana kelapa sawit tersebut, telah disiapkan program replanting sawit yang mana Pemerintah memberikan dukungan untuk tahun ini 180.000 hektar dengan bantuan Rp 30 juta per hektare. Angka ini naik dari sebelumnya Rp 25 juta per hektar.

"Dengan MoU tersebut maka PBNU akan mensosialiasikan kepada pekebun dan petani sawit. Dan tentu ini akan dilakukan di seluruh Indonesia," ungkapnya.

Menko Airlangga yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Pengarah BPDPKS menambahkan, ke depan Pemerintah berharap perekonomian kerakyatan dapat terus digalakkan. Dalam hal ini, NU diharapkan bisa membantu Pemerintah dalam mensosialisasikan sekaligus mendorong agar warga NU bisa membantu ketahanan pangan.

Upaya tersebut dapat diwujudkan dengan menyiapkan penanaman berbagai produk mulai dari pertanian, hortikultura, dan kerjasama penanaman padi, jagung, kedelai, yang merupakan komoditas rakyat.

"Ini adalah arahan Bapak Presiden Joko Widodo agar Kementerian bekerja sama dengan organisasi masyarakat seperti PBNU. Dan tentu ini bisa direplikasi dengan produk-produk lain, termasuk di sektor pertanian yang ini bisa dibuatkan prototype nya dengan petani-petani di lingkungan NU," ungkap Menko Airlangga.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga menerangkan bahwa Pemerintah telah memperpanjang tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3 persen dari akhir Juni 2022 menjadi akhir Desember 2022.

Selain itu, Pemerintah juga menyediakan grace period selama 5 tahun. Dengan dukungan tersebut, pekebun membayar cicilan setelah tanaman sawitnya menghasilkan.

"Pemerintah juga menyiapkan KUR, dimana KUR ini bisa disalurkan kepada UMKM binaan yang berada di keluarga besar NU," pungkas Menko Airlangga.

Rekomendasi