Plt. Sekjen Kementerian Dalam Negeri, Suhajar Diantoro mengungkapkan, pariwisata Pariaman mampu berkembang meski pandemi covid-19. Menurut Suhajar, terjadi peningkatan signifikan wisatawan ke Pariaman sejak 2020 dan 2021, didominasi wisatawan yang berasal dari Pekanbaru.
"Tahun 2020, ada sebanyak 1,8 juta orang datang ke Pariaman untuk berwisata, biasanya wisata pantai. Tahun 2021, setelah covid ini mereda, ada sebanyak 2,1 juta orang datang ke Pariaman, 34 persennya orang Pekanbaru," ujar Suhajar dalam Webinar Forum Ekonomi Merdeka bertajuk 'Indonesia Bangkit 2022' yang digelar Merdeka.com, Senin (28/2).
"Survei menunjukkan di sana bahwa setiap orang rata-rata mengeluarkan uang Rp 121 ribu maka Rp 250 miliar didapat oleh Pariaman," tambah dia.
Suhajar mengatakan kunci dari keberhasilan dalam pariwisata adalah kolaborasi. Dalam kolaborasi Pentahelix, lanjut dia, pemerintah dibantu oleh akademisi kemudian pihak swasta digandeng. Tak kalah penting menggandeng masyarakat dan media.
"Pemerintah membimbing daerah untuk meningkatkan pariwisata dengan 4 program. Pertama, Program Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata. Kedua, Program Pemasaran Pariwisata. Ketiga, Program Pengembangan Ekonomi Kreatif Melalui Pemanfaatan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual. Terakhir, Program Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif," papar dia.
Advertisement
Banyuwangi dan Raja Ampat jadi Acuan
Menurut Suhajar, ada dua daerah yang perkembangan pariwisatanya sangat bagus, yaitu Banyuwangi dan Raja Ampat Papua. Banyuwangi tepat untuk dijadikan acuan untuk mengembangkan pariwisata karena mampu mendatangkan orang banyak.
"Untuk Raja Ampat, punya strategi untuk mengembangkan pariwisata. Pemda setempat memberikan dukungan kemudahan akses dalam promosi dan pemasaran produk."
"Pemda mengajak masyarakat membentuk kelompok sadar wisata dengan diberikan bantuan berupa homestay yang dikelola bersama dan Pemda memberikan perlindungan kepada masyarakat lokal untuk meminimalkan terjadinya konflik antar berbagai pihak terhadap kegiatan pariwisata di Raja Ampat," ujar dia.