Badan Pusat Statistik (BPS) merilis ekonomi nasional sepanjang 2021 tumbuh 3,69 persen. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK), Wimboh Santoso menilai, pertumbuhan tersebut menjadi awal yang baik untuk mengembalikan perekonomian ke level sebelum terjadinya pandemi. Tahun ini dia optimistis pertumbuhan ekonomi mampu tumbuh 5,2 persen.
"Angka PDB kita 3,69 persen, ini basis yang bagus buat kita tumbuh 5,2 persen tahun ini," kata Wimboh dalam sambutan Seminar Hari Pers Nasional, Jakarta, Selasa (8/2).
Namun, kata Wimboh, harus diakui masih banyak pelaku usaha yang masih terpuruk. "Meski ekonomi kita sudah baik tapi ada luka di pengusaha kita ini yang harus ada kompensasinya," kata dia.
Misalnya pengusaha di sektor pariwisata dari hulu ke hilir yang masih terbelenggu. Industri jasa penerbangan, perhotelan hingga transportasi pengangkutan orang masih belum sepenuhnya pulih.
"Sektor ini belum betul-betul pulih, ini harus kita jaga sebelum waktunya nanti kita normalkan kembali (berbagai kebijakan)," kata dia.
Advertisement
Dari sisi perbankan, Wimboh menyebut likuiditas masih longgar. Berbagai program di sektor keuangan telah berjalan dan terbukti membantu menahan perlambatan ekonomi.
Penyaluran kredit oleh perbankan telah membaik ke level 5,2 persen sepanjang 2021. Diperkirakan tahun ini pertumbuhan kredit akan mendekati masa sebelum pandemi yang bisa tumbuh 8 persen. Pemerintah juga telah memberikan kebijakan kepada para debitur yang terdampak pandemi tidak digolongkan memiliki kredit macet.
"Kita perkirakan tahun ini pertumbuhan kredit bisa sampai 7,5 persen," kata dia.
Sementara di sektor keuangan pasar modal, sudah jauh lebih baik. Bahkan telah melebihi level sebelum pandemi. IHSG per 6 Februari tercatat sudah di level 6804,94, lebih tinggi dari saat awal pertama pandemi yang terpuruk hingga di level 3.000-an.
Antusias masyarakat di pasar keuangan juga meningkat yakni 7,5 juta investor ritel. Dari jumlah tersebut 80 persennya merupakan investor milenial yang 69,38 persennya berasal dari pulau Jawa.
"Jadi kalau dari pasar keuangan kondisi kita sudah sangat baik," kata dia mengakhiri.