Menteri ESDM Beberkan Alasan Molornya Pengoperasian PLTSa Putri Cempo Solo

Arifin mengatakan, perkembangan pembangunan PLTSa Putri Cempo cukup baik. Namun ada sejumlah kendala sehingga operasional PLTSa Putri Cempo mengalami pergeseran atau molor dari waktu yang ditetapkan.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Menteri ESDM Beberkan Alasan Molornya Pengoperasian PLTSa Putri Cempo Solo
Menteri ESDM Arifin Tasrif. ©2020 Merdeka.com

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif meninjau langsung perkembangan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo Solo. Arifin didampingi investor PLTSa Elan Syuherlan dan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Kepada wartawan, Arifin mengatakan, perkembangan pembangunan PLTSa Putri Cempo cukup baik. Namun ada sejumlah kendala sehingga operasional PLTSa Putri Cempo mengalami pergeseran atau molor dari waktu yang ditetapkan. Kendala tersebut di antaranya adanya pandemi Covid-19 dan pengangkutan alat berat.

"Kendala yang terjadi masalah keterlambatan karena Covid-19. Peralatan-peralatan jadi terlambat, tenaga kerja nggak bisa kerja," katanya.

Kemudian kendala lainnya adalah pengangkutan peralatan besar dari pelabuhan di Semarang hingga TPA Putri Cempo. Besarnya ukuran peralatan tersebut, membuat pengiriman tidak bisa leluasa melewati jalan yang ada.

"Ngangkut alat ini saja katanya butuh waktu 3 bulan. Padahal jarak dari pelabuhan Semarang ke sini kan cuma 2 jam. Butuh waktunya tengah malam," katanya.

Menteri Arifin menargetkan PLTSa yang dibangun sejak Oktober 2019 itu bisa beroperasi pada Desember tahun ini. Pada April nanti PLTSa Putri Cempo bisa memproduksi listrik dengan volume 2 Megawatt. Dan pada Desember nanti diharapkan bisa berproduksi penuh sebesar 8 Megawatt.

Proses Pembangunan 67 Persen

Direktur PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMP) selaku investor atau pemenang tender terbuka pelaksana proyek PLTSa Putri Cempo, Elan Syuherlan menyampaikan, saat ini progres pembangunan mencapai sekitar 67 persen. Dari 4 unit, 2 di antaranya bisa beroperasi pada April nanti.

"2 unit itu 2 megawatt. Nanti secara bertahap sampai Desember, seluruhnya 8 unit, 8 megawatt Insya Allah bisa kita selesaikan," terangnya.

Dikutip di laman esdm.go.id, PLTSa Putri Cempo secara resmi mulai dibangun, ditandai dengan penandatanganan pembiayaan pembangunan antara PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) dengan PT China Construction Bank (CCB) Indonesia Tbk, Rabu, 23 Oktober 2019.

PLTSa Putri Cempo merupakan proyek pengembangan pembangkit listrik berbasis sampah di Kota Solo sebagai bentuk implementasi Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Berbasis Sampah di Provinsi DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Solo, Kota Surabaya, dan Kota Makassar.

Rekomendasi