Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, hilirisasi batu bara menjadi Dimetil Eter (DME) menjadi momentum menekan ketergantungan impor dan memperbaiki neraca perdagangan. Neraca perdagangan mampu ditekan bila impor berkurang.
"Ini perintah sudah 6 tahun yang lalu saya sampaikan. Tetapi memang kita ini, sudah berpuluh-puluh tahun nyaman dengan impor," ujarnya, Sumatera Selatan, Senin (24/1).
Dia menjelaskan, memang selama ini ada yang nyaman dengan impor dan menjadikan impor sebagai zona nyaman. Padahal negara dan rakyat sangat dirugikan dengan kebiasaan impor, sebab tidak adanya lapangan pekerjaan.
"Sudah rutinitas terus impor, impor, impor, impor, impor tidak berpikir bahwa negara itu dirugikan. Rakyat dirugikan karena tidak terbuka lapangan pekerjaan. Bayangkan tadi disampaikan oleh Menteri Investasi akan membuka lapangan pekerjaan 11.000 sampai 12.000 di sini," jelasnya.
Dia berharap semakin banyak investasi yang bisa dibuka di Indonesia. Sehingga semakin banyak lapangan kerja yang tercipta secara langsung berdampak pada masyarakat.
"Kalau ada 5 Investasi seperti yang ada di hadapan kita ini, 70.000 lapangan pekerjaan akan tercipta. Itu yang langsung, yang tidak langsung biasanya dua sampai tiga kali lipat. Inilah Kenapa saya ikuti terus, saya kejar terus," katanya.