PT Angkasa Pura I (Persero) mengaku siap menjalin kerja sama dengan dengan mitra strategis untuk mengelola aset di tiga bandara kelolaan. Pertama, Bandara Internasional Lombok, di mana terdapat lahan sekitar 550 hektare yang bisa dikembangkan untuk mendukung ajang perlombaan MotoGP.
Namun demikian, pihaknya tidak merinci siapa pihak asing yang akan mengelola Bandara Internasional Lombok. Sebab, prosesnya kini masih dalam tahap penawaran, dan beberapa kandidat telah berminat untuk pengelolaan Bandara Lombok.
"Sekarang ini sudah tahap penawaran, ada beberapa kandidat yang berminat untuk masuk," kata Direktur Angkasa Pura I, Faik Fahmi, di Hotel Pan Pacific, Jakarta, Senin (13/12).
Kedua, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makkasar yang pengelolaannya akan dikerjasamakan dengan pihak lain.Kemudian ketiga, Bandara Ngurah Bali juga masuk dalam strategi recycling asset perseroan. Akan tetapi, penawaran Bandara Ngurah Rai menunggu pembukaan penerbangan internasional.
"Nah nanti kita tunggu di 2022, setelah mungkin nanti isu terkait Omicron mudah-mudahaan tidak menimbulkan gelombang ketiga, kemudian turis mulai masuk, baru kita pertimbangkan," tegasnya.
Advertisement
Tak Jual Aset
Namun demikian, Faik menekankan bahwa posisi AP I tidak sedang menjual aset-asetnya untuk menyehatkan kondisi keuangan Perseroan. Pihaknya akan melakukan skema daur ulang aset atau recycling asset untuk menghijaukan kembali kinerja keuangan.
Dia menekankan, dalam recycling asset, bandara-bandara yang dimiliki oleh AP I akan dikerjasamakan pengelolaannya dengan pihak luar.
"Recycle itu kan memanfaatkan aset ya agar value-nya meningkat. Jadi tidak dijual asetnya, tapi dikerjasamakan sehingga value-nya naik," pungkas dia.