Staf Khusus (Stafsus) Menteri BUMN, Arya Sinulingga buka suara terkait pengangkatan Albert Burhan sebagai Direktur Utama PT Pelita Air Service (PAS) setelah posisi tersebut vacant (kosong) hampir dua tahun.
Menurut Arya, penunjukan Albert Burhan sebagai Direktur Utama Pelita Air dalam rangka untuk membenahi tata kelola perusahaan menjadi lebih baik.
"Ya, artinya kan (penunjukan Dirut) kita lagi benahi mereka Pelita Air. Kita benahilah supaya bagus," ujarnya dalam diskusi virtual, Selasa (5/10).
Lebih lanjut, Arya pun meminta publik untuk bersabar menunggu kinerja Pelita Air yang lebih baik. "Kita tunggu aja mengenai (perbaikan) Pelita Air ya," tutupnya.
Sebelumnya, dikutip Liputan6.com, Air Service melakukan pergantian direksi. Direktur SDM PT Pertamina (Persero) M. Erry Sugiharto yang mewakili pemegang saham menjelaskan, terdapat dua posisi direksi yang dirombak yaitu Direktur Utama dan Direktur Keuangan dan Umum.
Pemegang Saham menetapkan Albert Burhan sebagai Direktur Utama setelah posisi tersebut vacant hampir 2 tahun dan mengangkat Muhammad Shabran Fauzani sebagai Direktur Keuangan dan Umum
Dengan pergantian direksi tersebut, maka susunan Direksi PT Pelita Air Service (PAS) saat ini menjadi sebagai berikut :
- Direktur Utama Albert Burhan
- Direktur Produksi Affan Hidayat
- Direktur Keuangan dan Umum M. Shabran Fauzani
Advertisement
Siapa Albert Burhan?
Albert Burhan bukan nama baru di dunia aviasi. Sebelumnya dia pernah menjabat sebagai CFO dan CEO Citilink Indonesia, lalu bergabung kembali di Garuda Indonesia, dan terakhir menjabat sebagai CEO PT Aero Jasa Cargo, anak perusahaan Garuda di bidang logistik.
Sedangkan M. Shabran Fauzani terakhir menjabat sebagai VP Financing PT Pertamina (Persero) di mana sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan dan SDM PT Patra Jasa yang merupakan salah satu anak perusahaan PT Pertamina (Persero).
Pemegang Saham berharap dengan lengkapnya struktur Direksi PT Pelita Air Service dapat membantu PAS berlari kencang dan dapat mengawal pengembangan bisnis Pelita yang akan mulai memasuki bidang penerbangan niaga berjadwal, sebagai salah satu maskapai penerbangan nasional.