Kementerian Keuangan akan mengelola aset negara yang ditinggalkan kementerian/lembaga saat pindah ke ibu kota negara yang baru. Namun hingga saat ini belum ada pihak menyatakan akan segera berpindah ketika ibu kota negara telah selesai dibangun.
"IKN ini memang betul kita sesuai kondisi, tapi dari kementerian/lembaga ini belum ada yang resmi (akan pindah)," kata Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Rionald Silaban dalam konferensi pers, Jakarta, Jumat (10/9).
Rionald menjelaskan pengelolaan aset tersebut dilakukan setelah dilakukan serah terima oleh kementerian/lembaga. Pihaknya juga belum bisa memastikan peruntukkan aset negara yang akan ditinggalkan nantinya. Sebab, hal itu baru akan dibahas setelah terjadi serah terima kepada Kementerian Keuangan.
"Kami belum terima barang itu ke kita, ini sesuatu yang wajar. Setelah diserahkan ini baru akan dibicarakan mengenai aset yang ditinggalkan," kata dia.
Dia menegaskan bila tidak ada serah terima tersebut belum juga bisa dipastikan kementerian/lembaga tertentu tidak akan pindah ke ibu kota negara baru di Kalimantan Utara. Sebab, hal tersebut disesuaikan dengan kebutuhan instansi masing-masing.
"Kita tidak bisa berasumsi yang tidak serah terima tidak akan pindah," kata dia.
Advertisement
Pemerintah Seleksi K/L Lebih Dulu Pindah
Mengenai respon pelaku pasar, Rionald menilai pandemi Covid-19 ikut memberikan dampak terhadap permintaan. "Pelaku pasar ini intinya memiliki metodenya masing-masing tapi biasanya adalah lebih baik mengelola itu sebagai kawasan dan building per building," kata dia.
Direktur Barang milik Negara, Encep Sudarwan menambahkan saat ini pemerintah masih melakukan seleksi kementerian/lembaga yang akan lebih dulu pindah ke Ibu Kota Negara baru. Aset-aset tersebut telah dilakukan pengkajian.
"IKN ini kita masih berproses kami telah pilah-pilah aset ini sudah ada kajiannya," kata dia.
Namun tak dapat dipungkiri pandemi Covid-19 ini pun mengganggu proses persiapan kepindahan kementerian/lembaga. Berbagai investor yang akan mengelola aset negara ini juga sedang dibahas dan dikoordinasikan juga mengenai tata ruangnya.
Dia memastikan pada saatnya pemerintah akan mengumumkan instansi mana saja yang akan lebih dulu didahulukan kepindahannya. "Nanti yang duluan pindah ini nanti ada pengumumannya," kata Encep.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6