Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2021

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 7,07 persen pada kuartal II-2021 secara year on year (yoy). Pertumbuhan ini lebih besar jika dibandingkan pada periode sama tahun lalu yang tercatat kontraksi minus 5,32 persen.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2021
pertumbuhan ekonomi. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 7,07 persen pada kuartal II-2021 secara year on year (yoy). Pertumbuhan ini lebih besar jika dibandingkan pada periode sama tahun lalu yang tercatat kontraksi minus 5,32 persen.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, salah satu pendorong utama pertumbuhan dari sisi pengeluaran adalah konsumsi rumah tangga dan investasi. Di mana sebesar 84,93 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II tahun ini berasal dari konsumsi rumah tangga dan investasi. Keduanya juga mengalami pertumbuhan.

"Artinya bahwa konsumsi rumah tangga dan investasi itu berpengaruh besar atau dominan mempengaruhi ekonomi secara keseluruhan," kata dia dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (5/8).

Di kuartal II 2021 ini, konsumsi rumah tangga mengalami pertumbuhan 5,93 persen, sedangkan investasi tumbuh 7,54 persen. Sementara itu, konsumsi LNPRT tercatat naik 4,12 persen dan konsumsi pemerintah naik 8,06 persen.

"Di sini kalau kita lihat, mulai dari konsumsi rumah tangga, konsumsi LNPRT, konsumsi pemerintah, PMTB (investasi, ekspor impor semuanya mengalami pertumbuhan yang positf. Tertinggi adalah pada eskpor tumbuh 31,78 persen diikuti impor 31,22 persen," ungkapnya.

Untuk konsumsi rumah tangga, pertumbuhannya didorong oleh kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menjadi 104,42. Selain itu, penjualan eceran juga mengalami pertumbuhan sebesar 11,62 persen pada periode tersebut.

"Penguatan terjadi pada kelompok penjualan, yaitu makanan, minuman, dan tembakau, sandang, suku cadang dan aksesoris, bahan bakar kendaraan, serta barang lainnya," jelas dia.

Sementara pertumbuhan investasi didukung oleh realisasi belanja modal pemerintah yang tumbuh 45,56 persen serta realisasi investasi di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang tumbuh 16,21 persen secara year on year (yoy).

Rekomendasi