Ekonom dari Treasury & International Banking Bank Mandiri, Yudo Wicaksono menilai, mobilitas masyarakat saat Lebaran 2021 lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Berdasarkan data dari Facebook mobility, sejak 27 April proporsi jumlah masyarakat yang tetap berada di rumah mulai mengalami penurunan di semua provinsi.
"Selama bulan puasa dan Lebaran itu yang tetap stay di rumah turun, artinya mobilitas ini meningkat," kata Yudo dalam Media Gathering Virtual Economic Outlook & Industri Kuartal II 2021, Jakarta, Rabu (19/5).
Kondisi ini tidak terlepas dari realisasi program vaksinasi yang dilakukan pemerintah. Seperti di Jakarta, porsi jumlah masyarakat yang telah menerima vaksin kedua telah mencapai 49,4 persen. Lalu di Yogyakarta 39,2 persen, di Jawa Timur 25,2 persen, Jawa Tengah 22,1 persen, Banten 20,5 persen dan Jawa Barat 19, persen.
"Jadi memang vaksinasi ini membuat masyarakat percaya diri, mobilitas meningkat dan masyarakat tetap bergerak walau ada pelarangan mudik," kata dia.
Dia mencatat persentase masyarakat yang tetap berada di rumahnya (tidak bepergian keluar kota) di Jakarta menurun menjadi 22 persen dari sebelumnya 34 persen. Hal ini mengindikasikan aktivitas mudik dilakukan masyarakat sejak akhir April.
Advertisement
Dia menilai masyarakat mengantisipasi adanya kebijakan pelarangan mudik. Aktivitas mudik juga kemungkinan banyak dilakukan di wilayah provinsi yang sama.
"Jadi mungkin mereka mudik lebih dulu untuk mengantisipasi pelarangan mudik yang berlaku tanggal 6 Mei," kata dia.
Secara umum, proporsi masyarakat yang tetap ada di wilayahnya pada musim mudik 2021 di semua provinsi tercatat lebih rendah. Berkisar 15 persen sampai 22 persen dibandingkan dengan kondisi musim mudik tahun lalu.
"Tingkat proporsi masyarakat yang tetap berada diwulayahnya saat ini merupakan yang terendah sejak pelonggaran PSBB I periode Juli hingga Agustus 2020," kata dia.