Manajemen Pelaksana Minta Sri Mulyani Tak Tambah Anggaran Kartu Prakerja

Pemerintah awalnya mengalokasikan anggaran program Kartu Prakerja 2021 ini sebesar Rp10 triliun untuk 2,7 juta penerima. Seiring berjalannya waktu kemudian anggaran untuk program Kartu Prakerja ini ditambah menjadi total Rp20 triliun.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Manajemen Pelaksana Minta Sri Mulyani Tak Tambah Anggaran Kartu Prakerja
Jokowi Kartu Prakerja. ©2019 Merdeka.com

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari meminta, kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk tidak menambah anggaran Kartu Prakerja.

Hal ini disampaikan oleh Denni dalam Talk Show: Kartini Pendobrak Perubahan yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan.

"Saya berpikir jangan ditambahkan terus, Bu," ujar Denni dalam acara Talk Show tersebut, Rabu (21/4).

Sebagai informasi, pemerintah awalnya mengalokasikan anggaran program Kartu Prakerja 2021 ini sebesar Rp10 triliun untuk 2,7 juta penerima. Seiring berjalannya waktu kemudian anggaran untuk program Kartu Prakerja ini ditambah menjadi total Rp20 triliun.

Alasan kenaikan anggaran diklaim karena adanya efek positif dari keberlanjutan program ini. Dengan besaran anggaran yang sama dengan tahun lalu, diharapkan penerima manfaat dari program ini juga sama atau bahkan meningkat. Adapun penerima manfaat program Kartu Prakerja di tahun 2020 sebanyak 5,6 juta orang.

"Ini anggaran di Kementerian Keuangan, ibu adalah penguasa anggaran dari kami, bagian dari Komite Cipta Kerja. Jadi terima kasih Bu, karena saya terus terang ini inovasi pertama pemerintah punya layanan public end to end digital, dengan kecepatan yang luar biasa. Terima kasih," kata Denni.

Tanggapan Sri Mulyani

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan, bahwa program Kartu Prakerja adalah demi membantu masyarakat yang berdampak pandemi. Jadi, mau tidak mau anggaran program Kartu Prakerja harus ditambah.

"Intinya mau gak mau ditambah. Tapi masyarakat mau ditambah. Tidak ada, yang penting masyarakat menikmati," timpal Sri Mulyani.

Rekomendasi