Pedagang Pasar Kecewa Tak Jadi Prioritas Pemerintah, Termasuk soal Vaksinasi Covid-19

Ferry mengaku kecewa vaksinasi massal kepada pelaku pasar tidak menjadi prioritas. Pedagang pasar baru mendapatkan vaksinasi setelah dilakukan imunisasi kepada tim medis, TNI-Polri dan orang lanjut usia.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Pedagang Pasar Kecewa Tak Jadi Prioritas Pemerintah, Termasuk soal Vaksinasi Covid-19
Pasar tradisional. ©2018 Merdeka.com

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPSI), Ferry Juliantono menyayangkan vaksinasi Covid-19 untuk pedagang pasar belum dilakukan secara menyeluruh. Imunisasi massal ini baru dilakukan di Pasar Tanah Abang. Padahal jumlah pasar yang ada di Jakarta mencapai ratusan.

"Pasar di Jakarta itu ada 150-an pasar, jadi selain Pasar Tanah Abang itu juga harus (dilakukan vaksinasi massal)," kata Ferry dalam Dialog Rabu Utama: Geliat Transaksi Setelah Vaksinasi, Jakarta, Rabu (21/4).

Ferry juga mengkritik tayangan testimoni vaksinasi di Pasar Tanah Abang yang menampilkan pedagang pasar yang terlihat dari kalangan menengah atas dan masih muda. Padahal seharusnya, vaksinasi diberikan kepada masyarakat yang memang melakukan interaksi langsung dengan pembeli .

"Pedagang itu juga relatif sejahtera, harusnya mereka yang interaksi dengan masyarakat secara intens," kata dia.

Tak hanya itu, Ferry mengaku kecewa vaksinasi massal kepada pelaku pasar tidak menjadi prioritas. Pedagang pasar baru mendapatkan vaksinasi setelah dilakukan imunisasi kepada tim medis, TNI-Polri dan orang lanjut usia.

"Lansia sudah, anak muda sudah, tapi perdagangan pasar ini belakangan," ungkap Ferry.

Insentif Paling Belakang

Begitu juga dengan pembiayaan. Pedagang pasar mendapatkan insentif atau stimulus dari pemerintah yang paling belakang. Padahal, menurut Ferry, pedagang pasar merupakan garda utama dalam perputaran ekonomi. Sebab mayoritas pedagang pasar merupakan pelaku UMKM.

"Pedagang pasar ini garda utama. Mereka tetap bertahan meskipun perusahaan ritel yang mendapatkan insentif pajak," kata dia.

Rekomendasi