Menteri Teten Bantu Kembangkan Prototipe Pengolahan Gula Cair Milik Warga Klaten

Menurut Teten, Joko sudah mengembangkan prototipe pengolahan gula cair dan mengembangkan sendiri teknologi produksinya. Hal tersebut dinilainya sebagai prestasi yang luar biasa.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Menteri Teten Bantu Kembangkan Prototipe Pengolahan Gula Cair Milik Warga Klaten
Menkop UKM Teten Masduki. ©2020 Merdeka.com

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki mengunjungi UKM Gula Energi Nusantara, Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten, Jumat (9/4). Teten bertemu dengan Joko Budi Wiryono, warga setempat yang memiliki pabrik gula cair.

Menteri Teten mengaku tertarik keberadaan pabrik gula cair tersebut yang dinilainya bisa menjadi prototipe swasembada gula untuk mengurangi ketergantungan impor gula nasional.

"Saya ke Klaten menemui pak Joko, karena saya waktu lalu pak Joko punya ide besar, yaitu mengembangkan gula nasional dengan mengurangi impor. Caranya dengan hanya mengalih fungsi gula pasir ke gula cair," ujar Teten.

Menurut Teten, Joko sudah mengembangkan prototipe pengolahan gula cair dan mengembangkan sendiri teknologi produksinya. Hal tersebut dinilainya sebagai prestasi yang luar biasa. Karena pemerintah juga berkepentingan untuk mengurangi impor gula, lanjut Teten, maka jika prototipe pabrik gula milik Joko dikembangkan dalam skala nasional, potensinya bisa menghasilkan 8,4 juta ton.

"Potensinya bisa menghasilkan 8,4 juta ton. Padahal konsumsi nasional kita hanya 5,1 juta ton. Jadi kita kembali bisa ekspor. Kita pada tahun 1930-an pernah menjadi eksportir terbesar kedua setelah Kuba di dunia," katanya.

Teten menambahkan, dengan keterbatasan lahan, dia optimistis pengolahan gula cair yang dikembangkan di Kabupaten Klaten tersebut bisa menjadi alternatif swasembada gula.

"Satu hal luar bisa dilakukan UMKM gula cair ini dapat kembangkan kapasitas produksinya. Saya kira ini juga peru investasi," katanya.

Menurut Teten, pemerintah mendukung adanya pembiayaan pabrik gula cair ini melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp20 miliar dengan periode pinjaman pajang. Dia juga mengajak Kementerian BUMN dan Kementerian Perindustrian untuk bersama-sama mengembangkan prototipe pabrik gula cair.

"Kapasitas produksi pabrik gula cair harus dinaikkan. Ksmi mendukung pembiayaan skala KUR bisa dibiayai perbankan," pungkas dia.

Rekomendasi