Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), Ikhsan Ingratubun mengaku, bersyukur dengan seruan Presiden Joko Widodo untuk mencintai produk dalam negeri dan membenci produk asing. Pernyataan tersebut turut membuka peluang bagi produk UMKM untuk bisa diminati dan dibeli masyarakat.
"Apalagi Pak Jokowi menyatakan cinta produk Indonesia benci produk asing. Ini statement yang membuka peluang bagi UMKM," kata Ikhsan dalam diskusi media bertajuk Mendorong Digitalisasi Keuangan dan UMKM untuk Pemulihan Ekonomi Nasional, Jumat (26/3).
Sebagai pelaku UMKM, Ikhsan mengaku beberapa kebijakan pemerintah untuk UMKM sangat membantu. Misalnya pembayaran listrik 450 kWh dan sebagian pelanggan 950 kWh untuk pelaku usaha, restrukturisasi kredit, bantuan produktif dari presiden dan sebagainya.
"Kami harapkan ini masih berlanjut di 2021 karena pandemi masih berlangsung ya," kata dia.
Advertisement
Pandemi Pukul UMKM
Sebelum pandemi, ada tiga besar sektor UMKM yang bisa berkontribusi besar kepada PDB. Antara lain, sektor kuliner 35 persen, fesyen 22 persen dan kerajinan 17 persen.
"Jadi kita dalam keadaan normal kita bisa berkontribusi 60 persen pada PDB dan 95 persen penyerapan tenaga kerja," kata dia.
Namun, akibat pandemi dan penerapan kebijakan PSBB atau PPKM sektor penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia ini rontok. Setidaknya ada 30 juta UMKM yang bangkrut. Lebih dari 7 juta tenaga kerja informal yang bekerja di sektor UMKM terpaksa kehilangan pekerjaan.
"Saat ini sekitar 30 juta UMKM bangkrut terutama usaha mikro terutama pe erapan PSBB. Lebih dari 7 juta tenaga kerja informal dari UMKM kehilangan pekerjaannya," kata dia.