Menteri Erick Nilai Ekonomi Syariah Lebih Berdaya Tahan Saat Pandemi Corona

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menilai ekonomi syariah nasional memiliki daya tahan lebih baik terhadap gejolak. Maka dari itu diharapkan pandemi Covid-19 dapat menjadi momentum untuk ekonomi syariah bangkit.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
Menteri Erick Nilai Ekonomi Syariah Lebih Berdaya Tahan Saat Pandemi Corona
Menteri BUMN Erick Thohir. ©Humas BNPB

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menilai ekonomi syariah nasional memiliki daya tahan lebih baik terhadap gejolak. Maka dari itu diharapkan pandemi Covid-19 dapat menjadi momentum untuk ekonomi syariah bangkit.

"Pandemi ini bisa menjadi momentum yang mengakselerasi ekonomi syariah yang berdaya tahan," ujar Menteri Erick, seperti dikutip dari Antara dalam acara Republika Webinar Outlook Ekonomi Syariah 2021 di Jakarta, Rabu (2/12).

Dia juga berharap ekonomi syariah membawa manfaat positif bagi seluruh rakyat Indonesia dan menjadi salah satu solusi untuk mendorong perekonomian nasional di tengah pandemi Covid-19.

Dalam kesempatan sama, Direktur Infrastruktur Ekonomi Syariah KNEKS Sutan Emir Hidayat mengatakan performa aktivitas ekonomi berbasis syariah di sektor perbankan relatif masih baik di tengah pandemi.

Dia menyampaikan pada kuartal II 2020 aset, pembiayaan, dana pihak ketiga masih mencatatkan pertumbuhan lebih baik dibandingkan perbankan konvensional.

"Sektor perbankan syariah masih tetap tumbuh. Meski tetap terkena imbas, ekonomi syariah masih tetap berdaya tahan," katanya.

Pakar ekonomi syariah Adiwarman Karim memproyeksikan tahun 2021 akan menjadi tahun kebangkitan bagi ekonomi syariah nasional.

"Pada 2021, wajah politik di Indonesia akan berubah yaitu ke arah lebih ramah Islam dan lebih merangkul, ini akan menjadi kekuatan besar bagi ekonomi syariah, 2021 adalah tahun awal dari kebangkitan," ujar Adiwarman Karim.

Dia menambahkan kegiatan ekonomi berbasis syariah di dalam negeri juga didukung dari perubahan geopolitik Amerika Serikat di negara-negara kawasan Indo-Pasifik.

Dia mengatakan AS akan mendekati mitra-mitra pemerintahan yang lebih ramah Islam. Sementara di sisi lain, China akan mendekati masyarakat agar bisa diterima dan meyakinkan bahwa China bukanlah komunisme, bukan ateisme tapi negara dengan mayoritas penduduk Islam terbesar kedua di dunia.

Rekomendasi