Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta mengatakan, tren perekonomian Indonesia saat ini mengalami perbaikan dibandingkan dengan kuartal II saat pandemi Covid-19. Ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi kuartal III yang masih lebih baik dibanding kuartal II, meski alami kontraksi.
Dia optimis, pemulihan ekonomi akan berada di trek yang tepat dan bisa kembali berpotensi masuk zona positif di akhir tahun. Apalagi, sektor-sektor tertentu kini telah mulai bergerak.
"Kita optimis, pemulihan ekonomi akan berada di trek yang tepat dan Indonesia bisa. Apalagi sektor-sektor tertentu kini telah mulai bergerak. Dan itu dapat tercermin dari indeks keyakinan konsumen dan indeks manufaktur yang kian membaik," kata Arif dalam keterangan pers, Kamis (5/11).
Tidak hanya itu, faktor belanja pemerintah, mampu menutupi pelemahan di sektor konsumsi maupun investasi. Arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun jelas kata Arif meminta para menteri untuk mengefektifkan anggaran.
Dia menjelaskan kebijakan pemerintah, melalui program penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), efektif dalam membalikan pelemahan ekonomi yang sempat dialami Indonesia sejak awal pandemi, Maret 2020.
"Menurut BPS, Belanja pemerintah pada kuartal III-2020 tumbuh 9,76 persen dan memberi kontribusi senilai 9,69 persen terhadap output perekonomian," imbuhnya.
Pemerintah telah membelanjakan APBN senilai Rp1.840,9 triliun hingga kuartal III, atau 67,2 persen dari total belanja negara, angka ini naik 15,4 persen. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 lalu khusus untuk program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, belanja yang sudah tersalurkan hingga 23 September lalu mencapai Rp268,3 triliun atau 38,6 persen dari total pagu anggaran.
Selanjutnya pada kuartal keempat, sisa anggaran akan terus disalurkan untuk menstimulasi perekonomian. "Realisasi ini terus berkembang dan dipercepat sehingga per tanggal 2 November lalu sudah terealisasi Rp366,86 triliun atau sekitar 52,8 persen dari total pagu Rp695,2 triliun," kata Arif.