Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tengah gencar mengaungkan kota kreatif. Hal ini mengacu pada jumlah wisatawan yang didominasi kalangan muda.
Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenparekraf, Rizki Handayani, mengatakan generasi muda ini menginginkan adanya engagement ketika memilih tujuan bepergian atau wisata. Untuk mewujudkan kota kreatif, Rizky menjelaskan perlunya kolaborasi dari pengelola wisata dan ekonomi kreatif setempat.
"Jadi ke depan, mungkin kota kota kreatif ini bisa terus dikolaborasikan dengan pariwisata. Jadi nanti di platform digital atau e-commerce, atau yang dijual oleh para travel agent adalah menjual creative experience," kata dia dalam video konferensi, Selasa (3/11).
Sehubungan dengan hal ini, Kemenparekraf bersama dengan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) berencana melakukan pendampingan untuk daerah yang berpotensi menjadi kota kreatif. Sebab, Rizky menemui sejumlah daerah di Indonesia yang memiliki potensi terpendam.
"Ini yang perlu pendampingan dari ICCN. Nanti kita bikin program pendampingan buat kabupaten kota yang kita pikir bisa dorong menjadi kota kreatif. Kota di mana memang bisa menunjukkan kreativitasnya untuk menjadi satu destinasi pariwisata," kata Rizky.
Advertisement
Bangkitkan Industri Pariwisata, Pemerintah Fokus Jual Keunikan Objek Wisata
Pasca menyebarnya virus corona, semua tatanan kehidupan dipaksa berubah. Tak terkecuali sektor pariwisata. Pemerintah di sektor ini tengah fokus pada pengembangan kualitas wisata (quality tourism).
Namun, konsep ini dimaknai berbeda oleh publik. Masyarakat menilai gaya baru pariwisata identik dengan kemewahan bak di Dubai, Singapura dan negara lain yang memiliki tempat wisata mewah.
"Persepsi orang-orang pada saat kita bicara quality tourism itu seperti Dubai dan Singapura, yang gedung bertingkat tinggi dan lain sebagainya," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio dalam Webinar Nasional Reaktivasi Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru, Jakarta, Rabu (22/7).
Menteri Wishnutama menuturkan tempat wisata berkualitas tak melulu berupa gedung tinggi pencakar langit. Hotel dan berbagai tempat hiburan kelas wahid.
Sebaliknya, konsep wisata berkualitas menonjolkan ciri khas suatu wilayah. Tempat wisata dengan menawarkan pengalaman berbeda dari objek wisata lain. "Menawarkan sesuatu yang berbeda, pengalaman yang berbeda, experience yang berbeda kepada wisatawan," kata dia.
Lewat kreativitas yang ada, berbagai sumber daya alam bisa dikembangkan dan menjadi objek wisata. Kemudian dipasarkan dengan ciamik untuk menarik perhatian wisatawan.
Reporter: Pipit Ika Ramadhani
Sumber: Liputan6