Wamendag Bertemu Bos BNI Bahas Solusi Genjot Ekspor Produk UMKM, ini Hasilnya

Dalam pertemuan itu dibicarakan banyak hal, khususnya terkait pelatihan keuangan bagi UMKM yang ingin melakukan kegiatan ekspor. Sebab, dia menilai banyak sekali UMKM yang berpotensi ekspor tetapi masih belum punya pengetahuan mengenai bagaimana mekanisme dan bagaimana pembiayaannya.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Wamendag Bertemu Bos BNI Bahas Solusi Genjot Ekspor Produk UMKM, ini Hasilnya
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga. ©2020 Merdeka.com/Sulaeman

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, menerima Direktur Utama BNI Royke Tumilaar di kantornya. Dalam pertemuan itu dibicarakan banyak hal, khususnya terkait pelatihan keuangan bagi UMKM yang ingin melakukan kegiatan ekspor.

Sebab, dia menilai banyak sekali UMKM yang berpotensi ekspor tetapi masih belum punya pengetahuan mengenai bagaimana mekanisme dan bagaimana pembiayaannya. Sehingga diperlukan solusi segera untuk penyelesaiannya.

"Jadi dari perjalanan fasilitasi ekspor kami di beberapa daerah kami menemukan banyak sekali potensi ekspor oleh UMKM maupun pelaku ekonomi rakyat baik di bidang pertanian, perkebunan, kemaritiman dan lain-lain. Selama ini mereka terhambat karena kurangnya pengetahuan mengenai mekanisme dan dalam hal pembiayaan. Nah, pertemuan dengan Pak Dirut tadi itu kita sampaikan," kata Jerry, Selasa di Jakarta, Selasa (3/11).

Jerry berharap BNI selaku bank pelat merah segera bisa bersinergi untuk menyelesaikan masalah itu baik dalam tataran strategi ekspor maupun teknis-teknisnya. Menurutnya, ini penting mengingat aspek keuangan sejak lama menjadi masalah bagi pelaku ekonomi di berbagai daerah.

"Ini akan menjadi langkah strategis antar stake holder dalam mengembangkan ekspor sebagaimana ditugaskan presiden," paparnya.

Wamendag sendiri sangat tertarik mendukung UMKM karena begitu banyaknya potensi ekspor yang bisa dilakukan. Menurutnya, potensi itu ada di semua sektor.

Meskipun saat ini banyak yang masih bergerak secara tradisional tetapi banyak juga yang sudah mulai bergerak secara modern. Generasi muda yang kreatif Indonesia mulai terlihat memaksimalkan penggunaan teknologi dalam produksi maupun pemasaran produk mereka.

"Dalam tataran praktik, transformasi menuju Industri 4.0 sebagaimana dicanangkan presiden banyak digerakkan oleh anak-anak muda. Dan ini bagus karena transformasi ini tentu akan memberikan keunggulan kompetitif bagi produk-produk mereka," tambah Jerry.

Selanjutnya

Mantan anggota Komisi I tersebut menekankan bahwa pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan, telah mempunyai kerangka fasilitasi pengembangan produk ekspor Indonesia, termasuk produk-produk yang padat teknologi. Terlebih, sektor-sektor tradisional di pertanian, perikanan, perkebunan maupun usaha rakyat perlu segera untuk difasilitasi.

Oleh karena itu, kerjasama antara kementerian/lembaga dan stake holders harus ditingkatkan. Menurut Jerry, menjahit kerjasama antara seluruh pemangku kepentingan untuk ekspor itulah yang saat ini menjadi salah satu prioritas kerjanya di masa pandemi.

"Saya melihat masa pandemi ini sebagai peluang untuk memperkuat sinergi berbagai stake holders untuk bisa mewujudkan visi presiden dalam pengembangan ekspor. Kita selesaikan masalah di dalam negeri dan luar negeri sekaligus," tandasnya.

Serupa, Royke Tumilaar juga mengamini masalah UMKM dalam aspek keuangan kala ingin melakukan ekspor. Alhasil, pihaknya mengaku siap mendukung program Kementerian Perdagangan untuk memberikan pelatihan dan fasilitasi kepada UMKM.

"Ide Wamendag sangat bagus dan kami siap bersinergi. Kita punya kepentingan yang sama, apalagi UMKM punya kontribusi besar bagi perekonomian negara maupun masyarakat. Akan lebih baik kalau mereka bisa kita dukung agar bisa go internasional," kata Royke.

Rekomendasi