Menkop Teten Bantah UU Cipta Kerja Dorong Liberalisasi Investasi di RI

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki menanggapi polemik atas pengesahan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja pada tataran masyarakat. Khususnya terkait isu UU kontroversial tersebut akan menciptakan liberalisasi investasi untuk menyingkirkan UMKM domestik.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Menkop Teten Bantah UU Cipta Kerja Dorong Liberalisasi Investasi di RI
Menkop Teten Masduki. ©2019 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki menanggapi polemik atas pengesahan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja pada tataran masyarakat. Khususnya terkait isu UU kontroversial tersebut akan menciptakan liberalisasi investasi untuk menyingkirkan UMKM domestik.

"Saya kira UU Cipta Kerja memberikan penguatan dan proteksi terhadap persaingan dengan usaha besar. Jadi, tidak betul kalau UU Cipta Kerja ini akan mendorong liberalisasi investasi yang akan menyingkirkan UMKM. Karena habis ini kita cukup optimis pengaturan investasi kita dorong agar ada kemitraan dengan UMKM," tegas dia dalam Konferensi Pers UU Cipta Kerja Klaster Koperasi dan UKM, Kamis (8/10).

Menurutnya, ketentuan tersebut termaktub dalam Pasal 99, 100, dan 101 atas adanya inkubasi dapat menguatkan dan mengembangkan kualitas pelaku UMK agar dapat memiliki daya saing tinggi.

Penegasan lainnya juga diatur dalam pasal 103 dan 104 terkait adanya pengalokasian tempat promosi, tempat usaha dan atau pengembangan UMK pada infrastruktur publik. Sehingga justru akan meningkatkan persaingan UMKM dengan usaha besar.

"Kalau investasi ini hanya diarahkan kepada korporasi besar maka akan terjadi gap atau celah antara UMKM, koperasi, dan korporasi ini akan semakin tajam. Karena itu, saya kira penting kita juga mendorong investasi tetapi harus bermitra," tambahnya.

Maka dari itu, dia menilai jika UU Cipta Kerja justru akan mempererat kemitraan UMKM dengan usaha besar. Imbasnya terjadi tukar pengalaman yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak.

"Justru nanti banyak tukar pengalaman dari dari berbagai negara dan berbagai studi. Ini akan memberikan peluang lebih besar bagi UMKM untuk naik kelas," tandasnya.

Rekomendasi