Prediksi Ahli Ekonomi Dunia akan Dampak Presiden Trump Positif Corona

Saham Amerika Serikat kembali anjlok pada hari Jumat (2/10) seiring dengan presiden Donald Trump yang mengumumkan positif virus Corona. Berkenaan dengan peristiwa tersebut, beberapa ekonom angkat bicara mengenai ketidakpastian pasar saham Amerika saat ini.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Prediksi Ahli Ekonomi Dunia akan Dampak Presiden Trump Positif Corona
Donald Trump dan Joe Biden dalam Debat Capres AS. ©REUTERS

Saham Amerika Serikat kembali anjlok pada hari Jumat (2/10) seiring dengan presiden Donald Trump yang mengumumkan positif virus Corona. Berkenaan dengan peristiwa tersebut, beberapa ekonom angkat bicara mengenai ketidakpastian pasar saham Amerika saat ini.

Dilansir dari CNBC, dampak Trump corona terlihat pada Dow Jones Industrial Average merosot lebih dari 400 poin. Peristiwa ini tentunya juga mendorong kekhawatiran tentang second wave atau gelombang kedua serta memperlambat pembukaan ekonomi kembali.

CEO Gilman Hill Asset Management, Jenny Carrington, menyatakan bahwa diagnosis positif Trump dapat dilihat ke dalam beberapa perspektif.

"Saya tidak merasa hal ini mengubah beberapa kenyataan yang ada. Karena, meski Presiden Trump sekarang sedang sakit, kita tidak bisa bergantung hanya pada satu orang. Jadi, saya pikir meski beliau sedang sakit, stimulus dari negara terus berjalan, nominasi Mahkamah Agung juga berjalan, ekonomi terus berjalan, dan kehidupan pun tetap berjalan secara umum," ujarnya.

Direktur pelaksana di TJM Institusional Services, Jim Iuorio mengatakan bahwa ketidakpastian ini turut memengaruhi pasar saham. "Pasar saham sebenarnya 'bermusuhan' dengan ketidakpastian. Yang ingin saya garis bawahi adalah, reaksi terhadap ketidakpastian tersebut umumnya didorong oleh posisi pasar dan sikap masyarakat terhadap risiko yang timbul," ujarnya.

Managing Partner di Douglas C. Lane & Associates, Sarah Sethi mengatakan setiap kelemahan dapat melahirkan sebuah harapan. "Kejadian Trump ini hanya menyebabkan lebih banyak ketidakpastian di pasar yang sudah menghadapi ketidakpastian itu sendiri sejak awal, entah karena perihal stimulus fiskal dan pemilu, pasar sudah dalam keadaan rapuh dan ekonomi kita berada dalam kondisi keadaan rapuh. Namun, saya melihat pasar telah berjalan dengan baik sejak Maret. Apakah kita akan mengembalikan sebagian?" paparnya.

Kemudian, Jim Cramer, pembawa acara "Mad Money" CNBC, menyoroti juga bahwa ada kemungkinan saham kembali naik. "Apa yang saya sebut ini adalah kurva pasar saham berbentuk V versus ekonomi berkurva L dan pasar saham V mencakup sebagian besar perusahaan teknologi besar, banyak yang saat ini sedang down tapi masih ada kemungkinan rally," katanya.

Menurut Jim, bisnis saat ini memang tidak sedang berjalan seperti biasa, terlebih banyak orang yang harus tinggal di rumah. "Namun, saya percaya bahwa akan ada banyak saham yang awalnya akan turun dan kemudian mereka bisa reli," harapnya.

Pengendalian Virus Penting Jaga Ekonomi

Kepala ekonom di Grant Thornton, Diane Swonk, mengatakan peningkatan risiko dapat berdampak pada perilaku konsumen di satu demografi. Diane melihat generasi baby boomer cenderung memundurkan diri dari bisnisnya agar terhindar dari risiko penularan yang meningkat. Karena, jika tetap nekat, virus berpotensi semakin tak terkendali.

"Saya pikir itu adalah pelajaran yang sangat penting untuk diingat saat ini, bahwa melawan virus sangat penting untuk mempertahankan momentum dalam ekonomi AS," tambahnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Kepala strategi global di J.P. Morgan Asset Management, David Kelly. Baginya, ekonomi bergantung pada pengendalian virus.

"Jelas presiden Trump dapat tergolong sudah lansia, dia berada dalam kelompok yang berisiko lebih tinggi. Saat ini, saya rasa kami tidak akan kembali normal sampai negara dapat benar-benar mengendalikan virus dan yang kami butuhkan saat ini adalah kampanye terpadu nasional untuk memakai masker demi mengurangi penyebaran ini," paparnya.

Berdasarkan paparan ekonom AS di atas, mereka memandang bahwa virus COVID-19 ada baiknya dilihat sebagai suatu keseriusan yang menyerang, terutama dalam pengaruhnya pada dampak ekonomi. Oleh karena itu, mengendalikan virus ini menjadi salah satu solusi yang tepat untuk mengembalikan perekonomian ataupun pasar saham yang saat ini mengalami ketidakpastian.

Reporter Magang: Theniarti Ailin

Rekomendasi