Saham di Asia Pasifik melemah pada perdagangan karena data terbaru menunjukkan ekonomi China terus pulih. Investor akan memantau harga minyak setelah rig minyak dan kilang ditutup menjelang badai besar yang mendekati Texas dan Louisiana.
Dilansir dari CNBC pada Kamis (27/8), saham di daratan China sedikit berubah pada awal perdagangan. Komposit Shanghai turun 0,22 persen, sedangkan komposit Shenzhen naik tipis 0,12 persen.
Data hari ini menunjukkan bahwa keuntungan di sektor industri China tumbuh 19,6 persen dari tahun lalu, meningkat 11,5 persen pada bulan Juni karena pemulihan negara dari dampak pandemi. Berbeda dengan China, indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,76 persen di awal perdagangan.
Di Jepang, Nikkei 225 merosot 0,44 persen, sedangkan indeks Topix merosot 0,50 persen. Bank sentral Korea Selatan menahan suku bunganya pada hari Kamis, tetapi memangkas perkiraan PDB 2020 karena menimbulkan kekhawatiran atas kenaikan harga rumah dan dampak virus korona yang memburuk. Sehingga Kospi Korea Selatan turun 0,69 persen.
Saham di Australia naik, dengan S&P/ASX 200 naik 0,63 persen. Sementara itu, investor akan memantau harga minyak saat badai besar mendekati Texas dan Louisiana. Rig minyak dan kilang ditutup saat badai mendekat. Produsen minyak menutup 1,56 juta barel per hari produksi minyak mentah, atau 84 persen dari produksi Teluk Meksiko.
Minyak mentah berjangka AS turun sedikit menjadi USD 43,35 atau Rp 637.765 per barel. Patokan internasional minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan naik 0,11 persen menjadi $ 45,69 atau Rp 672.168 per barel.
Investor AS sedang menunggu pidato dari Powell Fed, yang diharapkan dapat memperkenalkan alat baru di era pandemi untuk memerangi dampak ekonomi Covid-19 dan mendorong inflasi di AS. Terkait virus corona, perusahaan bioteknologi Moderna sudah mengumumkan bahwa vaksin yang mereka uji menghasilkan respons kekebalan yang menjanjikan pada pasien lansia selama uji klinis tahap awal.
Reporter Magang : Brigitta Belia