Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, banyak petambak udang yang mendatanginya karena khawatir usaha budidaya udangnya anjlok akibat pandemi covid-19.
"Kita lihat di budidaya udang vaname kita yang dulu saya khawatirkan akan anjlok di bawah Rp 40.000 dari angka produksi ongkos produksinya, bahkan para pelaku usaha sudah menyerah boleh dibilang datang ke Menteri KKP minta tolong," kata Edhy dalam Soft Launching Pasar Laut Indonesia, Rabu (19/8).
Dia bercerita, para petambak udang meminta kepada KKP untuk meminjamkan uang untuk modal usahanya. Karena, mereka tidak bisa meminjam ke bank dan menjadikan tambaknya sebagai jaminan, maka dari itu mereka minta tolong.
"Mereka bilang, kalau boleh Pemerintah mengizinkan kami meminjamkan uang dengan agunan yang kami miliki yaitu tambak-tambak kami, karena selama ini kami pinjam uang Bank agunan nya bukan Tambak tidak laku. Padahal untuk membangun tambak itu butuh ongkos sekitar Rp 1,5 miliar sampai jadi tambak yang siap pakai," jelasnya.
Mendengar curhatan-curhatan dari para petambak, Edhy pun iba kepada mereka karena mengalami kesulitan. Dirinya berinisiatif berkomunikasi dengan OJK, Bank Indonesia, Kementerian BUMN, dan Kementerian Keuangan agar diberikan solusi untuk mereka.
Sebelumnya OJK sempat tidak yakin membantu petambak, karena pasar udang dikira tidak menjanjikan. Padahal menurut Edhy aset tambak udang dan pasarnya itu sangat jelas menjanjikan, yang terpenting bagaimana OJK dan lainnya bisa memberikan bantuan untuk mereka.
Advertisement
Edhy pun mempertanyakan kenapa OJK dan lainnya sangat mudah memberikan pinjaman pada sektor usaha perkebunan, seharusnya disamaratakan dengan sektor perikanan.
"Kenapa kasih perkebunan mudah sekali, tambak asetnya jelas pasarnya jelas apalagi yang kurang, sebelum Pak Presiden tempo hari marah. Saya sudah lakukan banyak dan Alhamdulillah sekarang sudah kelihatan ada langkah-langkah," ujarnya.
Dengan diresmikannya Pasar Laut Indonesia, Edhy mengatakan hal ini merupakan wujud perintah dari Presiden untuk mencari jalan keluar di masa pandemi, dengan menghadapi masalah dan melawan pandemi covid-19, sehingga pertumbuhan perekonomian bisa berkembang.
"Kita harus mencari jalan keluar, berpikir diluar kebiasaan yang selamanya seharusnya seperti biasa. Gaya hidup kita sekarang sudah berbeda. ini yang menuntut kita harus terus berupaya. Makanya KKP dalam hal ini lebih memilih untuk maju ke depan, tampil menyerang covid-19," tandasnya.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6.com